Ditekan Zionis, Newseum Batal Beri Penghargaan untuk Dua Almarhum Wartawan Palestina
17 May 2013, 20:01.

Mohammed Salama dan Hussam Al-Koumi, dua wartawan Palestina yang dibunuh zionis pada serangan ke Gaza Nopember 2012 lalu. foto: MADA
YOGYAKARTA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): Pusat Pengembangan dan Kebebasan Media Palestina (MADA) mengaku kecewa dan heran dengan keputusan em>Newseum yang membatalkan penghargaan kehormatan terhadap dua wartawan Palestina, Mohamed Salama and Hussam Al Koumi yang dibunuh pasukan zionis ketika tengah meliput serangan di Gaza akhir tahun lalu.
Newseum adalah museum interaktif khusus berita dan wartawan di negara Bagian Washington D.C, Amerika Serikat. Sebelumnya Newseum memutuskan memberikan penghargaan kehormatan kepada kedua jurnalis ini bersama ratusan wartawan lain yang gugur saat melaksanakan tugas.
Kantor berita PIC (Palestinian Information Center), MADA menegaskan bahwa Newseum berubah pikiran karena tekanan dari institusi Yahudi dan lobi zionis di Amerika.
Duta Besar ‘israel’ di Washington juga ikut menekan Newseum untuk tidak memberikan penghargaan kehormatan kepada Al Koumi dan Salama.
Keduanya dituduh sebagai ‘teroris’ karena stasiun TV Al-Aqsha —tempat mereka bekerja terafiliasi dengan Hamas. Al Koumi dan Salama tewas ketika rezim zionis melancarkan serangan udara ke kantor pusat stasiun TV Al-Aqsha.
“Sebelumnya Newseum menginformasikan kepada MADA tentang keputusan mereka memasukkan Al-Koumi dan Salama ke dalam daftar kenangan wartawan yang gugur saat menjalankan tugas. Mereka meminta MADA untuk memberikan kontak keluarga kedua wartawan itu untuk memberitahukan perihal pemberian penghargaan kepada mereka yang tewas ketika bekerja.”
Namun kemudian MADA kaget karena Newseum ternyata berubah pikiran dan menghapus nama kedua wartawan itu dari daftar. “Institusi-institusi internasional yang bekerja di bidang kebebasan media, seperti Committee to Protect Journalists, Reporters without Borders, dan World Association of Newspapers and News Publishers serta lembaga lainnya menyatakan bahwa Al Koumi dan Salama tewas ketika sedang bertugas.” Pembatalan ini juga diprotes oleh banyak aktivis kebebasan berekspresi di Palestina. MADA menyebutkan, lebih dari 20 jurnalis Palestina tewas ketika tengah meliput berita sejak tahun 2000.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
