Tujuh Aparatnya Diculik, Mesir Tutup Pintu ke Gaza

18 May 2013, 12:56.

 

Pintu perbatasan Rafah. foto: AFP

Pintu perbatasan Rafah. foto: AFP

YOGYAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com): Polisi Mesir menutup penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza kemarin (17/5) sebagai bentuk protes atas penculikan rekan-rekan mereka. Polisi juga melarang para agen intelijen umum dan militer untuk masuk ke terminal.

Seperti dikutip dari Maan News, pihak kepolisian menyatakan bahwa Rafah tidak akan dibuka kembali sampai rekan-rekan mereka dibebaskan. Pada hari Kamis (16/5), sejumlah pria bersenjata menyerang dua minibus di Wadi al-Akhdar, Sinai dan menyekap tujuh serdadu Mesir.

Empat orang di antara serdadu itu bekerja di perbatasan Rafah dan teridentifikasi bernama Ahmad Osama Fathi, Karim al-Husini Ibrahim, Ahmad Abed al-Hamid, dan Ahmad Abed al-Bade. Sementara tiga orang lainnya yang merupakan penjaga perbatasan diidentifikasi bernama Ibrahim Subhi, Mohammad Abed al-Aziz Mohammad, dan Mohammad Shaban.

Menurut sumber keamanan Mesir, para penculik menuntut pembebasan para tahanan. Pada Kamis kemarin, Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza mengumumkan keadaan siaga di sepanjang perbatasan Mesir. Kementerian mengatakan pengamanan diperketat untuk berjaga-jaga jika para penculik berusaha menyelundupkan serdadu-serdadu Mesir itu ke Jalur Gaza.

Sejumlah saksi mata mengatakan, angkatan bersenjata Mesir telah menutup tujuh terowongan di al-Sarsoryeh, Timur Rafah di perbatasan Mesir-Gaza. Pasukan Mesir dalam skala besar juga terlihat berjaga-jaga di sepanjang perbatasan. Presiden Mesir, Muhammad Mursi telah memanggil menteri pertahanan dan dalam negeri untuk membicarakan masalah penculikan ini. Para pemimpin lokal Badui telah dipanggil untuk menjadi penengah antara otoritas dengan para penculik.

Pelanggaran hukum yang dilakukan kelompok bersenjata tanpa identitas di Semenanjung Sinai semakin sering terjadi sejak jatuhnya rezim Mubarak. Mereka menyerang pasukan-pasukan keamanan, jaringan utama pipa gas ekspor dan wilayah Palestina yang dijajah ‘israel’. Para penculik dari Sinai ini biasanya orang-orang Badui yang ingin menukar sandera dengan anggota kerabat sukunya mereka yang dipenjara karena dianggap melakukan pelanggaran hukum.

Insiden paling serius terjadi pada Agustus 2011 ketika sejumlah pria bersenjata menyusup ke Palestina Selatan yang dikuasai ‘israel’ lalu melancarkan serangan hingga menewaskan delapan warga.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ditekan Zionis, Newseum Batal Beri Penghargaan untuk Dua Almarhum Wartawan Palestina
Dalam Dua Minggu, Zionis Yahudi Culik 28 Anak Palestina »