Dari Penjelasan Resmi Ini, IHH Sudah Berfirasat tentang Pengadilan Mavi Marmara

22 May 2013, 14:17.

 ISTANBUL, Rabu ( IHH Insani Yardim Vakfi | SahabatAlAqsha.com): Sebelum pengadilan ketiga Mavi Marmara digelar, organisasi kemanusiaan terbesar di Turki yang menjadi penggerak utama Freedom Flotilla to Gaza (Armada Kebebasan) tahun 2010, mengeluarkan penjelasan resmi terhadap “permintaan maaf” PM zionis Benjamin Netanyahu kepada PM Turki Recep Tayyip Erdogan dua bulan silam.

Menurut penjelasan itu, “Minta Maaf” zionis itu bertolak belakang dengan kelakukannya sepanjang rentang waktu sejak menyampaikan “permintaan maaf” sampai hari ini. Karena dalam rentang waktu itu zionis tetap membunuh, menggusur, menculik, dan mengusir warga Palestina.

Para pemimpin IHH nampaknya sudah berfirasat, bahwa pengadilan Turki yang merupakan bagian dari pemerintah, tidak bisa terlalu banyak diharapkan untuk saat ini. Namun, pengadilan tetap harus dilaksanakan sebagai bagian dari perjuangan menghapus kekebalan hukum zionis ‘israel’.

Berikut pernjelasan resmi IHH itu:

Apakah ini kekuatan dari uang? Atau kekuatan dari hukum?

Kami merasa perlu untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai perkembangan terakhir tentang pembicaraan antara Turki dengan ‘israel’ tentang serangan ilegal ‘israel’ di kapal Mavi Marmara pada perairan internasional tahun 2010 lalu. 

Apa yang berusaha dilakukan ‘israel’?

Mulanya, sebagian besar orang ‘israel’ dan militernya beranggapan bahwa ‘israel’ tidak perlu meminta maaf kepada Turki terkait serangan tersebut. Selain itu semua tuntutan kepada para pejabat militer ‘israel’ harus dibatalkan dan digantikan dengan pembayaran kompensasi kepada keluarga korban.

‘Israel’ yang memasukkan nama Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) ke dalam daftar organisasi teroris berencana membalas dendam kepada IHH.

Namun Presiden Amerika Serikat Barack Obama ketika mengunjungi Palestina yang dijajah berhasil meyakinkan orang-orang Yahudi dan militernya bahwa normalisasi hubungan dengan Turki adalah keuntungan untuk ‘israel’. Akhirnya datanglah permintaan maaf dari ‘israel’ kepada Turki. 

Meski beberapa tokoh terkemuka militer ‘israel’ menyebut pemerintahan Netanyahu “menusuk dari belakang” kepada militernya dengan meminta maaf kepada Turki dan mengakui kesalahan ‘israel’ dalam serangan Mavi Marmara. Sebagian besar warga dan militer ‘israel’ mendukung langkah itu agar tidak ada kerusakan lebih lanjut di ‘israel’. ‘Israel’ yang semakin terasing sejak serangan Mavi Marmara dan menderita kerugian politik serta ekonomi seiring kritik dunia kepadanya, telah mengeluarkan jutaan dolar Amerika untuk menutup kerugiannya. 

Namun pemerintah Turki sejak awal menginginkan permintaan maaf dari ‘israel’ kemudian meminta ‘israel’ memberikan kompensasi. Ini adalah yang diinginkan ‘israel’, membayar kompensasi dan menutup masalah serangan ini sesegera mungkin. ‘Israel’ berusaha mencegah upaya persidangan terhadap para pembunuh di kapal Mavi Marmara. 

Seperti IHH dan penyelenggara Freedom Flotilla lainnya, serta keluarga korban Mavi Marmara, para donatur yang memberikan bantuan pada kapal ini dan seluruh penumpang, kami pun ingin menegaskan sekali lagi bahwa:

Pertama, Mavi Marmara adalah bagian dari perjuangan Palestina-Al Quds.

Kedua, Armada ini melakukan perjalanannya untuk mengakhiri blokade zionis atas Gaza dengan melewati Laut Mediterania.

Ketiga, ‘Israel’ telah melanggar peraturan internasional dan melakukan banyak kejahatan berat di perairan internasional.

Karena itu:

1. ‘Israel’ harus mengakhiri blokade atas Gaza.

2. Semua dalang politik dan militer dalam serangan Mavi Marmara harus diadili serta dihukum.

3. ‘Israel’ harus membayar kompensasi untuk semua kerusakan materiil maupun nonmateriil yang disebabkannya. 

Sebagai penghormatan kepada para syuhada Mavi Marmara dan penghargaan atas perjuangan rakyat Palestina dan Masjidil Aqsha, adalah sebuah pengkhianatan terhadap Yerusalem jika pembicaraan kompensasi tidak disertai dengan langkah penghapusan blokade zionis atas Gaza serta penghukuman terhadap para kriminal.

Sebuah survei yang dilakukan di ‘israel’ menunjukkan, menurut rakyat ‘israel’ pemerintah Turki harus mengambil langkah nyata untuk mematahkan desakan keluarga korban Mavi Marmara tentang penghapusan blokade di Gaza.

Mereka juga melihat Amerika Serikat perlu terlibat dalam proses ini. Namun, titik kritis yang sebenarnya adalah persidangan untuk komandan-komandan ‘israel’ yang terlibat dalam serangan Mavi Marmara harus benar-benar bisa dilakukan karena ‘israel’ mencoba menyelamatkan mereka dari persidangan sesegera mungkin.

Sidang Mavi Marmara di Turki berpotensi menjadi contoh untuk semua persidangan Mavi Marmara lainnya di negara lain juga sidang terkait masalah Palestina dan Masjidil Aqsha. Sidang ini juga berarti pukulan terhadap kekebalan hukum ‘israel’ dan langkah penting dalam jangka menengah untuk mengakhiri penjajahan ‘israel’ di Al-Quds.

Menjaga hubungan dengan ‘israel’ sejauh ini tidak membawa dampak lain kecuali tirani dan rasa sakit bagi dunia, terutama Timur Tengah. Berhubungan dengan ‘israel’ hanya akan membuat Turki menjadi mitra tirani ‘israel’.

Kesimpulannya, perjuangan hukum kami pada Kasus Pidana Mavi Marmara dimana orang-orang dari 37 negara menuntut keadilan atas pembunuhan brutal yang dilakukan di atas kapal, akan terus berlanjut. Sidang ini merupakan ujian bagi hati nurani kemanusiaan.

Jika akhirnya para pejabat Turki sepakat dengan ‘israel’ bahwa tidak akan ada hukuman bagi pelaku kriminal, keputusan ini tidak hanya melukai martabat kemanusiaan tetapi juga hati nurani rakyat.

Jika Turki memutuskan untuk menghentikan kasus ini dan membiarkan Gaza terus diblokade ‘israel’, berarti Turki berada di pihak yang kalah. Sampai hari ini, kebutralan ‘israel’ telah menempatkan dirinya sendiri pada pihak yang kalah.* (IHH | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sidang Lanjut 10 Oktober, Perintah Penahanan Belum Dikeluarkan
Setelah ‘Minta Maaf’ kepada Turki, Begini Kelakuan Zionis »