Tentara Israel Halangi Petugas Padamkan Kebakaran Di KebunWarga Palestina

3 July 2009, 08:20.

Jenin (PIC)

Jenin (PIC)

Jenin Aparat pendudukan Israel, Rabu dini hari, menghalangi petugas pemadam kebakaran Palestina yang sedang menuju ke tanah perkebunan desa Anin, distrik Jenin, untuk memadamkan kebakaran yang mulai melahap lahan itu tengah malam dan berlanjut hingga Rabu pagi.

Dewan pamong praja desa mengontak berbagai pihak agar mendesak aparat pendudukan Israel membiarkan petugas pemadam menuju lahan perkebunan yang ditanami zaitun dan almond itu, karena penduduk desa tidak bisa mencapai kebun mereka setelah tembok pemisah yang dibangun Israel memisahkan mereka dari kebun-kebunnya.

Ketua dewan pamong praja desa, Rabah Yasin, menjelaskan bahwa aparat pendudukan Israel secara sengaja menghalangi petugas pemadam mencapai lahan perkebunan, sehingga api terus melahap pohon-pohon yang sedang berbuah lebat itu berjam-jam, sebelumnya akhirnya padam dengan sendirinya.

Ini yang kedua kalinya kebakaran terjadi, dan telah memusnahkan 11.500 dunum lahan, dalam waktu kurang dari sebulan.

Sementara itu tentara pendudukan Israel, pada fajar Rabu, menawan seorang perempuan muda Palestina, di dekat Masjid Ibrahim, Kota Al Khalil, dengan dalih perempuan itu membawa sebilah pisau.

Pemuda palestina lainnya juga ditawan Selasa malam, di sebelah timur Kota Nablus dengan dalih penangkapan yang sama.

Tentara pendudukan Israel mengepung sejumlah desa di barat Jenin pada fajar Rabu dan menangkap seorang warga desa setelah sebuah operasi penyisiran berskala besar dilakukan, sementara satuan-satuan yang lain menangkap seorang petugas yang bekerja untuk badan amal yang berafiliasi dengan Gerakan Jihad Islam di desa Deir Al Ghussun, utara Tulkarem, setelah menggerebek rumahnya.

Tentara pendudukan Israel merangsek masuk sampai ke dalam Kota Tulkarem, juga pada fajar Rabu, di tengah hujanan lontaran peluru dan bom-bom sonic.

Munadil Hanani, anggota komite sentral Fron Perjuangan Rakyat Palestina (PPSF), pada hari Rabu, mengecam keras gelombang penahanan oleh tentara pendudukan Israel di sejumlah distrik di Tepi Barat; Nablus, Ramallah, Jenin, Qalqilia dan Tulkarem pada Selasa malam itu.

Hanani menegaskan bahwa tentara pendudukan Israel melanggar hak-hak asasi manusia dalam operasi penahanan setiap hari itu, dan Hanani meminta lembaga-lembaga internasional mengecam serta mendokumentasi semua pelanggaran itu. PIC/ez

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Israel Akan Deportasikan 21 Aktivis Perdamaian Internasional Yang Ditangkap Di Perairan Gaza
Israel Bombardir Rumah Warga Palestina, Korban Tewas dan Luka-Luka »