PBB: ‘Tahun 2016 Gaza Tak Layak Huni karena Air Tercemar’

10 July 2013, 07:11.

YOGYAKARTA, Selasa (Aljazeera.com): Sekitar 80% dari seluruh populasi di Jalur Gaza setiap harinya terpaksa membeli air minum yang berasal dari aquifer (cadangan air) yang telah terkontaminasi. Aquifer adalah lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air. PBB mengatakan bahwa satu-satunya akuifer di Gaza terkontaminasi air asin dan limbah. Saat ini hanya 10% saja air di Gaza yang layak minum.

Simon McGregor-Wood dari kantor berita Aljazeera melaporkan tentang kondisi air yang buruk ini dalam sebuah video. Video tersebut merekam keseharian warga Gaza dalam menghadapi krisis air bersih. Setiap hari mereka harus membeli air dari truk yang kemudian dipindahkan ke tempat-tempat penampungan yang hampir semua rumah memilikinya.

Biaya untuk membeli air ini rata-rata mencapai US$10 per minggu. Seorang penduduk yang diwawawancara Aljazeera mengakui bahwa kondisi air di Gaza sangat kotor dan bahkan tidak bisa dipakai untuk mencuci tangan. “Air ini tidak bisa dipakai mandi atau pun mencuci,” ujarnya.

Air bersih di Gaza berasal dari sebuah pabrik desalinasi (tempat pengubahan air laut menjadi air tawar). Air laut yang dipakai dalam proses desalinasi sendiri sebenarnya sudah tercemar oleh air limbah yang mencapai 90.000 kubik meter setiap harinya.

Aquifer di Gaza sendiri dilaporkan mengalami kelebihan kapasitas. Menurut Direktur Penggunaan Air di Gaza, Monther Shoblak, PBB memperkirakan bahwa pada 2016 aquifer tersebut akan rusak dan tak lagi bisa diperbaiki. PBB juga telah memperkirakan bahwa pada tahun 2016 itu, Gaza tidak lagi layak ditempati hidup karena masalah air ini.

Dalam laporannya, Wood menuturkan, hal yang dibutuhkan saat ini adalah sebuah program investasi yang besar, seperti pembangunan sarana penanganan air limbah yang kini mengalir ke laut. Hal ini tentunya memerlukan uang dan peralatan. Namun karena adanya blokade ‘israel’ dan penutupan penyeberangan Rafah di Mesir yang berbatasan dengan Gaza, masalah krisis ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Gaza.* (MR/ Aljazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kemarin 200 Pemukim Ilegal Yahudi Masuki Masjidil Aqsha
Anak Buah Abbas Umumkan Pertemuan ‘Rahasia’-nya di Rumah Netanyahu »