Mahmoud Abbas: ‘Kami Tak akan Menuntut Kembali ke Akka, Safad dan Jaffa’

24 August 2013, 11:53.
Mahmoud Abbas. foto: Xinhua

Mahmoud Abbas. foto: Xinhua

YOGYAKARTA, Sabtu (Sahabatalaqsha.com): Dalam pertemuan dengan enam anggota dari partai oposisi ‘israel’ Meretz, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyatakan Otoritas Palestina tidak akan meminta rakyat Palestina untuk kembali ke Jaffa, Akka (Akko) dan Safad. Para anggota partai oposisi ini mengunjungi Abbas pada hari Kamis (22/8) di Ramallah, Tepi Barat.

Seperti dikutip dari situs IMEMC (International Middle East Media Center), Abbas merujuk pada jaminan internasional atas hak untuk kembali bagi para pengungsi yang terusir saat pembentukan ‘israel’ di Palestina. “Saya tahu bagaimana kekhawatiran Anda (orang-orang ‘israel’). Karenanya saya mau memastikan bahwa jika pembicaraan perdamaian ini sukses, konflik teratasi, kami tidak akan menuntut untuk kembali ke Jaffa, Akka dan Safad,” katanya.

Padahal Abbas sendiri berasal dari keluarga pengungsi yang diusir pasukan zionis ‘israel’ dari Safad saat peristiwa pengusiran besar-besaran rakyat Palestina (Nakbah) tahun 1948. Pernyataan Abbas ini disambut baik oleh media ‘israel’.

Ohad Hamo dari program berita ‘israel’, Channel 2 mengatakan, “Abu Mazin (Abbas) adalah seorang pemberani yang mencoba memudahkan orang-orang ‘israel’.” Hamo juga mengatakan bahwa pernyataan Abbas membawa progres pada pembicaraan perdamaian untuk mencapai kesepakatan akhir. Hamo juga menuturkan, selama pertemuannya dengan enam anggota partai Meretz, Abbas mengatakan bahwa kesepakatan perdamaian bisa dicapai dalam kurun enam bulan.

Menurut data PBB, saat ini terdapat 7,1 juta pengungsi Palestina. Sebanyak 6,6 juta di antaranya tinggal di kamp-kamp pengungsi di Suriah, Lebanon, Yordania dan negara lain. Lalu sekitar 427.000 pengungsi tinggal di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat dan Gaza.* (MR/ Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Laporan B’Tselem tentang Penyiksaan Anak-anak Palestina di Penjara
Kesehatan Dirar Abu Sisi Semakin Parah »