Rumah Dihancurkan, Ayah dan Lima Anaknya Tinggal di Gua Kandang Kuda

28 August 2013, 11:07.
Haaretz1

Khalid Al-Zir terpaksa tinggal di gua bekas kandang kuda sesudah pemerintah penjajah zionis menghancurkan rumahnya. foto: Haaretz

 

YOGYAKARTA, Rabu (Sahabatalaqsha.com): Keluarga Al-Zir terpaksa tinggal di gua setelah pasukan zionis menghancurkan rumah mereka di Al-Quds minggu lalu. Menurut harian Haaretz yang dikutip dari kantor berita Alray, Khalid Al-Zir dari Silwan bersama kelima anaknya diusir dari rumahnya yang dibangun di atas tanah seluas 60 meter lima tahun lalu. Rumah itu dibangun di atas lahan terbuka milik keluarga besar Al-Zir.

Di rumah Khalid terdapat gudang dan padang rumput yang menjadi sumber penghasilannya. Ia menerima perintah penghancuran dari pemerintah zionis setengah tahun lalu. Zionis ‘israel’ mengklaim rumah Khaled berada di area terbuka yang merupakan bagian dari “taman nasional”.

Pengacara Sami Irshid telah meminta pemerintah membatalkan perintah penghancuran yang dianggapnya ilegal itu. Namun permintaan ini tidak dipedulikan. Buldozer-buldozer militer berukuran besar menghancurkan rumah Khaled dan gudangnya pekan lalu dengan perlindungan pasukan zionis. Pasukan zionis telah menghancurkan lebih dari 70 rumah dan 450 rumah lainnya terancam dihancurkan. Hal ini akan membuat lebih dari 2.000 orang terusir dari rumahnya.

Di Gua

Sejak diusir dari rumahnya sendiri, Khalid Al-Zir sibuk membangun kembali rumah untuk anak-anaknya, di gua. Dengan triplek dan kusen alumunium, Khaid membuat penyekat dan pintu di mulut gua tua itu. Sampai minggu lalu, gua itu sebenarnya kandang kuda. Khalid membenahi gua itu supaya layak dihuni manusia.

Kini Khalid pindah bersama sebagian anaknya ke gua itu, sebagian anaknya yang lain dititipkan di kerabatnya.

“Saya tak punya tempat lain untuk tinggal,” kata Khalid, “Setidaknya di sini udaranya bagus.”

Pernyataan resmi pemerintah penjajah kota Al-Quds atau Yerusalem: “Bermitra dengan Otoritas Alam dan Pertamanan ‘israel’, pemerintah kota Yerusalem telah memindahkan beberapa karung tanah yang ditemukan di tengah lahan yang direncanakan untuk taman nasional yang merupakan kawasan terlarang untuk tempat tinggal.”

Bukan cuma tidak mengakui kepemilikan tanah keluarga besar Al-Zir, penjajah bahkan tidak menganggap adanya manusia yang hidup di tempat itu. Inilah metode pembersihan etnis yang sudah berjalan selama 65 tahun.* (MR/ Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Manipulasi Kurikulum Pendidikan di Al-Quds
The Australian: Bekas-bekas Serdadu Zionis Bongkar Kezhaliman Penjajahan »