Electronic Intifada Singkap Dusta ‘Africa Israel’ kepada Pemerintah Norwegia
12 September 2013, 13:21.

Salah satu bangunan pemukiman ilegal Yahudi di kawasan C yang dikerjakan Africa Israel Ltd. foto: Ta’ayush
YOGYAKARTA, Kamis (Sahabatalaqsha.com): Pekan lalu Kementerian Keuangan Norwegia mencabut Africa Israel Investments Ltd. dan anak usahanya Danya Cebus Ltd. dari daftar pengecualian dana pensiun di negeri itu. Sebab, Africa Israel yang menyatakan sudah tidak lagi terlibat dalam pembangunan permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat.
Namun demikianm Electronic Intifada (EI) menemukan bukti baru, Africa Israel masih terlibat dalam pembangunan sejumlah unit rumah di pemukiman ilegal Yahudi, Gilo di Yerusalem Timur yang dirampas dan dijajah zionis. Kalau temuan ini bisa dibuktikan secara hukum, artinya perusahaan itu mengkadali kementerian keuangan Norwegia alias berbohong.
Pada 2010, Norwegia mengecualikan perusahaan Africa Israel dan Danya Cebus dari pembiayaan dana pensiun Norwegia karena keterlibatan mereka dalam pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang dinyatakan ilegal berdasarkan hukum internasional. Dewan Etik, sebuah badan penasihat Kementerian Keuangan Norwegia, secara rutin mengevaluasi apakah dasar pengecualian mereka masih relevan atau tidak.
April lalu, perusahaan Africa Israel memberitahukan Dewan Etik, bahwa “Perusahaan Africa Israel Investments Ltd. dan anak perusahaannya tidak lagi terlibat dalam proyek pembangunan pemukiman ‘israel’ di Tepi Barat. Dan tidak ada rencana perusahaan untuk terlibat dalam kegiatan ini di masa depan.”
“Ketika keterlibatan mereka dalam pembangunan permukiman ‘israel’ berakhir, Dewan Etik pada 2013 merekomendasikan agar pengecualian untuk perusahaan Africa ‘israel’ dan Danya Cebus dicabut. Kementerian Keuangan memutuskan untuk mengikuti rekomendasi ini,” tulis Kementerian Keuangan Norwegia dalam email-nya kepada saya pada 29 Agustus lalu.
Masih Terlibat
Namun, LSM Who Profits mengirimkan e-mail kepada Ali Abunimah, pendiri EI pada 28 Agustus dan menyebutkan bahwa anak perusahaan Africa Israel, Danya Cebus masih terlibat dalam pembangunan proyek perumahan C-Jerusalem di permukiman ilegal Yahudi, Gilo, Tepi Barat. Proyek C-Jerusalem ini juga mencakup pembangunan 121 unit rumah yang berlokasi di penyeberangan jalan Tsviya ve-Yitzhak dan Yeffe Rom di atas lahan yang diduduki penjajah zionis pada Juni 1967.

Brosur pemukiman ilegal Yahudi di kawasan C-Jerusalem yang menyebutkan nama Danya Cebus Ltd. anak perusahaan Africa Israel Ltd. sebagai pelaksana proyek. foto: Who Profits
Dalam video yang diambil oleh Ta’ayush di lokasi pembangunan Gilo pada 28 Agustus lalu, terlihat bendera Danya Cebus dan tanda berwarna putih kuning serta logo Danya Cebus juga nama perusahaan Africa Israel.
Pekan ini, Who Profits juga mendapatkan informasi tambahan dari kantor penjualan di wilayah pembangunan proyek C-Jerusalem. Informasi itu termasuk sebuah dokumen yang ditandatangani oleh perwakilan pemasaran proyek itu, Yehudit Segev, yang berisi (sudah diterjemahkan dari bahasa Ibrani):
“Perlu disebutkan bahwa proyek C-Jerusalem sudah mendapatkan semua persetujuan yang dibutuhkan, termasuk izin pembangunan yang diminta oleh hukum. Perusahaan Danya Cebus dari kelompok perusahaan Africa Israel berperan sebagai pelaksana pembangunan ini.”
Dalam e-mail tertanggal 28 Agustus, Who Profits juga menyebutkan, pada Mei 2012 perwakilan pemasaran dari proyek perumahan itu berharap pembangunan terakhir proyek C-Jerusalem di Gilo bisa selesai pada Mei 2014. Sementara itu, perusahaan real estate, Judith Ben Avi yang berbasis di Yerusalem sudah mulai memasarkan apartemen pertama dari proyek itu.
Dewan Etik Kementerian Keuangan Norwegia harus mempertimbangkan lagi keputusannya karena perusahaan Africa Israel masih terlibat dalam pembangunan permukiman ilegal Yahudi di Yerusalem Timur, Tepi Barat.
Dalam pernyataannya kepada Kementerian Keuangan Norwegia, dewan menyebutkan bahwa mereka tidak akan mengubah pandangan mereka atas pembangunan permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat.
Ali Abunimah dalam laporannya, mengaku ditelfon oleh Aslak Skancke dari Dewan Etik dan mengatakan, “Kami juga menerima informasi ini dan akan menindaklanjutinya.” * (Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
