13.000 Pasien Kanker di Gaza Hanya Ditangani Empat Dokter
6 May 2014, 12:48.

Dokter Palestina sedang menangani anak yang terluka karena serangan udara penjajah zionis ‘Israel’ di Beit Lahia, utara Jalur Gaza pada 23 April 2014. Foto: AFP
JALUR GAZA, Selasa (Al-Akbar): Rakyat Palestina di Gaza menghadapi kepahitan akibat pengepungan dari penjajah zionis ‘Israel’ sehingga harus hidup dalam kondisi yang luar biasa sulit. Ditambah dengan konflik berkepanjangan antara pemerintahan Palestina di Gaza dan Otoritas Palestina di Ramallah, rakyat Gaza yang sakit kanker semakin kehilangan harapan. Apalagi menurut Yayasan Basmat Amal untuk Perawatan Kanker di Gaza, Otoritas Palestina justru memangkas anggaran untuk pengobatan bagi pasien kanker.
“Orang yang bertanggung jawab terhadap keputusan ini adalah wakil Menteri Kesehatan di Ramallah yang bertugas menggantikan Menteri Kesehatan ketika sedang pergi ke luar negeri. Menurut wakil Menteri Kesehatan tersebut, pemangkasan anggaran dilakukan untuk mengurangi krisis keuangan kementerian,” kata jurubicara Yayasan Basmat Amal.
Bagi pasien kanker, keputusan tersebut adalah sebuah bencana. Karena, dalam keadaan normal pun ada 45 jenis perawatan kanker yang tidak tersedia di Gaza. Selain itu, dari waktu ke waktu, Kementerian Kesehatan di Gaza sering mengumumkan ketiadaan obat-obatan tertentu.
Aya Abdul Rahman, perempuan muda berusia 26 tahun itu menderita kanker akibat kesalahan dokter yang memberinya obat hormon reproduksi. “Penderitaanku dimulai ketika dokter memberiku hormon reproduksi yang mengakibatkan terbentuknya tujuh tumor di dalam tubuhku. Akan tetapi, dokter tersebut tidak mau mengakui kesalahannya. Saat ini aku berada dalam daftar pasien kanker di Gaza,” kata Aya. Akhirnya, kehidupan pernikahan dan sosialnya pun hancur.
Dr. Mohammed Hamdan dari Yayasan Basmat Amal menjelaskan, pasien kanker membutuhkan biaya sangat besar bagi negara. Padahal, harapan untuk sembuh sangat kecil. Saat ini, dokter ahli onkologi untuk pengobatan kanker di Gaza hanya berjumlah empat orang. Sementara jumlah pasien kanker di Gaza menurut perhitungan Yayasan Basmat Amal sekitar 13.000 pasien. Selain itu, Dr. Hamdan mengisahkan, “Banyak dokter di Gaza yang memilih merujuk pasien untuk ditransfer ke rumah sakit ‘Israel’ ketika kondisinya kritis, karena fasilitas kesehatan di Gaza memang tidak memadai. Padahal, proses transfer ke rumah sakit ‘Israel’ sangatlah sulit.” * (Al-Akbar)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
