Zionis Gunakan Anjing untuk Siksa Anak Palestina

4 March 2015, 11:51.
Foto: PIC

Foto: PIC

AL-QUDS TERJAJAH, Rabu (PIC | Pusat Informasi Palestina): Situs stasiun televisi ‘Israel’, Channel 2 Senin (2/3) lalu merilis potongan video yang menunjukkan segerombol tentara Zionis mengejar anak Palestina dan melepaskan anjing untuk mengejar bocah tersebut. Rekaman video menunjukkan para tentara tertawa dan menyebut anak tersebut pengecut ketika anjing yang mereka lepaskan dengan buas menyerang bocah itu. Para serdadu berteriak dalam bahasa Ibrani, “Siapa yang penakut, wahai anak zina.”

Anak tersebut menangis dan terlihat sangat trauma atas kejadian tersebut. Namun, serdadu Zionis justru memprovokasi anjing itu untuk kembali menyerang bocah itu. Anjing-anjing itu menggigit tangan dan pundaknya.

Situs tersebut menunjukkan bahwa insiden itu terjadi akhir Desember di dekat permukiman Gush Etzion. Bocah bernama Hamzah Abu Hashim (16) itu ditangkap karena dituduh melempar batu ke arah para serdadu. Berikut ini link videonya: https://www.youtube.com/watch?v=YZecYOYfc8c

Badan Pemantau HAM Euro Meditrania menilai tindakan serdadu Zionis itu justru bisa membahayakan Zionis secara politik. Penggunaan anjing polisi dalam operasi penangkapan anak-anak dan warga Palestina merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan kemanusiaan.

Euro Meditrania (EM) menegaskan, anjing polisi tak hanya akan meninggalkan luka, tapi juga trauma atas aksi brutal yang sama sekali tak bisa diterima. EM berpendapat, dalam video itu sang bocah sama sekali bukan ancaman bagi serdadu Zionis. Jadi, jelas aksi tersebut dilakukan karena dendam, bermaksud melecehkan, menyiksa dan mengintimidasi bocah tersebut.

Dalam keterangan persnya kemarin (3/3) EM mengungkapkan, penggunaan anjing untuk mengoyak tubuh Hamzah dengan brutal merupakan bentuk penyiksaan, tidak manusiawi dan pelecehan yang bisa dikriminalkan oleh hukum internasional terutama kesepakatan Jenewa 4 tahun 1949 dan kesepakatan anti-penyiksaan 1984.

Karena itulah, EM meminta badan PBB untuk anak, UNICEF, mengadvokasi anak-anak Palestina dan memaksa Zionis menghentikan aksi biadab itu. Sebenarnya, serdadu Zionis sudah lama menggunakan anjing polisi untuk menangkapi anak-anak dan warga sipil Palestina. Pada Maret 2012, EM pernah mengeluarkan laporan mengenai aksi biadab tersebut. Zionis mengimpor anjing tersebut dari Jerman dan memang dilatih untuk melakukan kekerasan demi kepentingan militer di Tepi Barat dan Al-Quds terjajah.

Dengan tereksposnya video oleh publik, maka insiden tahun lalu yang sudah terkubur itu akhirnya mencuatkan tuntutan investigasi atas kasus tersebut. Sebelumnya, Zionis “menutup” insiden ini dengan membawa Hamzah ke rumah sakit Zionis, menahannya di penjara Ofer, dan memvonisnya hukuman 18 bulan penjara.* (PIC | Pusat Informasi Palestina | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tawanan Palestina Mogok Massal 10 Maret
Abu Sabha: Belum Jelas Kapan Perlintasan Rafah Akan Dibuka »