Akibat Peluru Nyasar Zionis, Bocah Gaza Ini Tak Bisa Berjalan

16 May 2015, 18:34.
Serdadu Zionis sering menembaki warga Palestina yang tengah berusaha mencari pekerjaan di dekat perbatasan antara Gaza dan wilayah Palestina yang kini dijajah Zionis. Foto: Ashraf Amra/APA Images)

Serdadu Zionis sering menembaki warga Palestina yang tengah berusaha mencari pekerjaan di dekat perbatasan antara Gaza dan wilayah Palestina yang kini dijajah Zionis. Foto: Ashraf Amra/APA Images)

GAZA, Sabtu (Electronic Intifada): Fadi Abu Mandi (14) tak lagi bisa berjalan akibat kekerasan yang terus dilakukan Zionis terhadap warga Palestina di Gaza. Pada Jum’at 24 April, Fadi diminta ayahnya, Akram, belajar untuk persiapan ujian di sekolahnya. Fadi baru saja kembali ke rumahnya di kamp pengungsi Maghazi usai menonton pertandingan sepakbola di Nuseirat, kamp pengungsi lainnya. Tiba-tiba Fadi merasakan sakit di tubuh bagian belakangnya. Ia tidak bisa bergerak, lalu Akram segera membawanya ke rumah sakit.

Ternyata Fadi terkena tembakan peluru serdadu Zionis yang diarahkan ke petani Palestina. Peluru nampaknya masuk ke rumah keluarganya melalui sebuah sudut yang tak beratap. Kepada Electronic Intifada, ayahnya mengatakan saat itu Fadi sedang duduk di sudut tersebut. Semula Fadi dibawa ke RS Al-Aqsa, yang dekat dengan kamp pengungsi Maghazi. Setelah tiga jam di sana, ia dipindahkan ke RS Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza. Dua hari kemudian ia dipindahkan ke Ramallah di Tepi Barat terjajah.

Fadi menjalani operasi di RS Khusus Musallam di Ramallah. Kaki kirinya lumpuh dan ia harus menjalani banyak sesi latihan fisioterapi. Berbicara melalui telepon kepada Electronic Intifada, Fadi mengungkapkan bahwa ia merindukan keluarga dan teman-temannya, dan merasa sangat sedih karena kemungkinan besar ia tidak bisa mengikuti ujian akhir sekolahnya tahun ini. “Saya berharap blokade Zionis dicabut sehingga kami bisa mulai merasakan aman di dalam rumah kami sendiri,” katanya.

Lubang di Tulang Belakang

Akram mengungkapkan bahwa sebuah peluru M16 telah dikeluarkan dari tulang belakang Fadi selama operasi. “Peluru itu mengakibatkan sebuah lubang kecil di dalam tulang belakang Fadi, namun dokter mengatakan Fadi akan mulai pulih kembali selama beberapa minggu,” kata Akram.

Peluru M16 lazim digunakan dalam senapan militer Zionis. Para serdadu sering menembak ke arah warga Palestina yang berupaya mencari pekerjaan di dekat perbatasan antara Gaza dan wilayah Palestina yang kini dijajah Zionis. Peluru-peluru yang digunakan oleh Zionis itu bisa melintas hingga jarak jauh, mengakibatkan luka parah, atau bahkan terbunuh bagi mereka yang terkena tembakan.

Saat kejadian, Fadi berada sekitar 2,5 kilometer dari perbatasan. “Itu benar-benar tak terduga,” kata Fayza, ibunda Fadi. “Saya sedang melakukan pekerjaan rumah tangga ketika Akram berteriak dan keluar dari kamar, menggendong Fadi dan berjalan ke arah pintu depan. Tuhan harus menghukum mereka yang menembak dan melukai anak saya.”

Fathi Abu Daher, bocah yang juga berusia 14 tahun mengatakan, “Teman saya (Fadi) dan tetangga Fadi adalah orang-orang yang baik. Fadi tidak pernah membuat orang lain marah. Ia suka membantu sesama, terutama para orang tua. Saya merasa kasihan bahwa ia kini terbaring di rumah sakit karena peluru nyasar. Kami, anak-anak Gaza, sama seperti anak lainnya di seluruh dunia. Mengapa Zionis menyerang kami, bahkan di dalam rumah kami sendiri?” *(Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Enam Puluh Serdadu Zionis Akui Kejahatannya di Gaza
Pengadilan Mesir Jatuhi Mursi Hukuman Mati »