Mesir Kembali Tutup Pelintasan Rafah, Belum Jelas Kapan Akan Dibuka Kembali

21 June 2015, 14:54.
Kerumunan warga Gaza di pintu masuk pelintasan Rafah, Maret 2014. Foto: PNN

Kerumunan warga Gaza di pintu masuk pelintasan Rafah, Maret 2014. Foto: PNN

GAZA, Ahad (PNN): Otoritas Mesir pada Jum’at (19/6) lalu menutup kembali pelintasan Rafah di selatan Gaza setelah membukanya dua arah selama seminggu. Direktur pelintasan perbatasan di Jalur Gaza, Maher Abu Sabha mendesak Mesir untuk membuka pelintasan selama 24 jam karena hanya itulah satu-satunya “jendela” bagi lebih dari satu juta orang Gaza. Pada Jum’at lalu sekitar 450 orang menempuh perjalanan ke Mesir melalui pelintasan, 88 orang kembali ke Jalur Gaza, sedangkan Mesir memulangkan 10 orang tanpa memberikan alasan.

Mesir membuka daerah pelintasan pada Sabtu (13/6) lalu selama tiga hari dan memperpanjang pembukaannya hingga Jum’at (19/6). Ini merupakan periode pembukaan terlama sepanjang tahun ini. Pelintasan Rafah merupakan satu-satunya pelintasan non-‘Israel’ di Jalur Gaza. Dan Mesir terus menutupnya sejak Presiden Mohamed Mursi digulingkan oleh tentara para 2013 usai demo besar-besaran menentang kebijakannya.* (PNN | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Turki Janji Berikan 40.000 Beasiswa pada Siswa Gaza
Warga Gaza Shalat di Tenda Karena Gagal Bangun Kembali Masjid yang Dihancurkan Zionis »