Arus Investasi ke ‘Israel’ Anjlok 50% di Tahun 2014

28 June 2015, 11:15.

PALESTINA, Ahad (Electronic Intifada): Investasi asing di ‘Israel’ merosot hampir 50 persen pada tahun 2014. Fakta ini terkait dengan serangan Zionis ke Gaza musim panas lalu dan akibat kian meningkatnya aksi boikot. Pekan ini lembaga pembahasan isu perdagangan PBB (UNCTAD) menerbitkan Laporan Investasi Dunia tahunan mengenai investasi asing langsung (FDI) –jumlah uang yang diinvestasikan para investor asing ke ‘Israel’ dalam berbagai bisnis, pembangunan pabrik atau untuk memulai proyek ekonomi lainnya.

Berdasarkan laporan tersebut, FDI ke ‘Israel’ pada tahun 2014 anjlok menjadi hanya $6,4 miliar. Padahal, pada tahun 2013 hampir $12 miliar. Selama lebih dari satu dekade, nilai FDI tahun 2014 ini merupakan yang terendah. Investasi asing langsung ke ‘Israel’ dari tahun 2005 hingga 2012 rata-rata sekitar $9 miliar per tahun.

“Kami percaya bahwa pemicu jebloknya investasi di ‘Israel’ adalah Operasi Protective Edge dan aksi boikot yang dihadapi oleh ‘Israel’,” kata Roni Manos, ahli ekonomi ‘Israel’ yang juga merupakan salah seorang penulis laporan, kepada situs berita ‘Israel’, Ynet. Protective Edge merupakan nama operasi militer Zionis selama 51 hari musim panas lalu yang menghancurkan Gaza dan menewaskan lebih dari 2.200 warga, termasuk 551 anak-anak.

Sejalan dengan tren global, FDI di negara-negara regional lainnya juga jatuh, namun tak sama kondisinya seperti di ‘Israel’. FDI jatuh 1,7 persen di Turki, 6,8 persen di Irak, 4 persen di Uni Emirat Arab, dan 9,6 persen di Saudi Arabia. Namun, itu sebenarnya meningkat 6,6 persen di Lebanon. Iran, yang mendapat sanksi brutal internasional, memperlihatkan investasi merosot hingga sepertiga menjadi hanya sekitar $2 miliar.

Turis Asing Juga Ogah Datang  

Kabar “kabur”nya para investor asing merupakan “tamparan” terbaru bagi perekonomian ‘Israel’ akibat serangan ke Gaza tahun lalu. Karena pada bulan Mei, Ynet juga mengungkap mengenai anjloknya kunjungan wisatawan ke ‘Israel’ dalam sebuah artikel berjudul “Wisatawan Berhenti Mengunjungi ‘Israel’.”

Ketika gerakan perlawanan Palestina berhasil memaksa penutupan bandara internasional utama ‘Israel’ selama beberapa hari pada musim panas lalu, hal itu dianggap sebagai pencapaian penting dan strategis. Karena, berhasil mencoreng reputasi ‘Israel’ dan membuat perekonomian mereka terpuruk. Ternyata keterpurukan perekonomian ‘Israel’ berlangsung lebih lama, tak terbatas pada masa penutupan bandara.

“Meskipun pemulihan diharapkan terjadi dua atau tiga bulan setelah operasi di Gaza musim panas lalu, nampaknya krisis hanya semakin parah saja. Jumlah turis juga menurun, tingkat hunian hotel merosot dan jumlah penyelenggaraan tur terpangkas secara signifikan,” lapor Ynet.

Mengutip pernyataan tokoh dari Asosiasi Hotel ‘Israel’, Ynet melaporkan, untuk kuarter pertama tahun ini tingkat hunian hotel menurun 28 persen di beberapa wilayah. Termasuk resort Laut Merah di Eilat, yang banyak dipasarkan sebagai tujuan wisata tepi laut bagi warga Eropa, merosot hingga 51 persen.

Laporan tersebut juga mengutip pernyataan seorang penyelenggara tur bahwa ia memperkirakan krisis akan berlanjut hingga tahun depan. “Kini sektor pariwisata hanya bisa berharap dari para peziarah dan turis Yahudi,” keluh penyelenggara tur. Turis Kristen menghabiskan banyak waktu mereka di Bayt Lahm, Tepi Barat.

Keterpurukan Ekonomi

Pekan ini, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengeluarkan laporan independen mereka mengenai serangan Zionis ke Gaza dan penindasan kejam simultan di Tepi Barat terjajah. Laporan tersebut mengungkap sejumlah bukti kejahatan perang yang kemungkinan diizinkan untuk dilakukan oleh mereka yang berada di “level tertinggi” pemerintah ‘Israel’.

Mengutip tokoh Bank ‘Israel’, penyelidikan PBB juga mencatat bahwa operasi Protective Edge mengakibatkan penurunan pada sektor pariwisata dan manufaktur di Israel sekitar $900 juta dan mengakibatkan “kerusakan tidak langsung” sebesar $440 juta. Keterpurukan ekonomi ‘Israel’ terjadi karena Zionis terus melanjutkan rezim penjajahan, apartheid, pengepungan dan pembantaian terhadap warga Palestina.

Karena itulah, ‘Israel’ secara dramatis menggiatkan usahanya untuk menghentikan kian meningkatnya aksi gerakan BDS (boikot, divestasi dan sanksi).* (Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sniper Zionis Tembak Pria Palestina Tak Bersenjata
Jangan Terkecoh dengan Namanya, Moroccanoil Ternyata Produk ‘Israel’ »