Sesudah 55 Hari Mogok Makan, Zionis Janji Bebaskan Khader Adnan

30 June 2015, 14:19.
Khader Adnan saat melakukan aksi protes di desa Araba, utara Tepi Barat pada tahun 2013. Foto: AFP/File Saif Dahlah

Khader Adnan saat melakukan aksi protes di desa Araba, utara Tepi Barat pada tahun 2013. Foto: AFP/Saif Dahlah

BAITUL MAQDIS, Selasa (Ma’an News Agency): Tawanan Palestina Khader Adnan kemarin (29/6) mengakhiri 55 hari aksi mogok makan setelah mencapai kesepakatan dengan Zionis. Zionis berjanji akan membebaskannya dari penjara pada 12 Juli. “Khader Adnan mengakhiri mogok makannya setelah tercapai kesepakatan untuk membebaskannya pada 12 Juli nanti,” kata pengacaranya, Jawad Boulos.

Ia mengatakan, para dokter di rumah sakit Zionis telah memindahkan Adnan dan mempertimbangkan cara untuk mulai memberinya makan. Lembaga Tawanan Palestina mengakui Adnan telah mengakhiri aksi mogok makannya. “Semua jaminan yang diminta Syeikh Khader telah diperoleh, ia menang setelah 55 hari mogok makan,” kata istri Adnan kepada Ma’an. Istrinya juga melakukan aksi mogok makan sebagai wujud solidaritas terhadap suaminya dan terus berjaga di luar rumah sakit ketika Adnan ditawan.

Menurut ayah Adnan, Zionis memberi Adnan sebuah kertas yang ditandatangani bersama oleh komandan pusat komando Zionis, yang mengindikasikan bahwa ia akan dibebaskan dari penjara. Meskipun tidak diberikan jaminan atau tanggal pastinya. Kemudian, pejabat Zionis mengonfirmasi Adnan akan dibebaskan pada 12 Juli.

Pejabat Zionis menyatakan kondisi kesehatan Adnan yang memburuk dan permintaan dari Komite Internasional Palang Merah dan Otoritas Palestina turut berkontribusi dalam keputusan untuk membebaskannya. Adnan ditawan setahun lalu, tak lama setelah penculikan dan pembunuhan tiga pemuda Zionis yang memicu ditangkapnya ratusan warga Palestina di Tepi Barat terjajah. Pejabat keamanan Zionis mengungkapkan pada AFP bahwa Adnan merupakan “anggota dari Jihad Islam”, sebuah kelompok militan Palestina.

Sebelumnya, ia juga pernah melakukan aksi mogok makan selama 66 hari pada tahun 2012 untuk memprotes penahanannya. Ia dibebaskan pada akhir aksi mogok makan, yakni saat ia mengonsumsi vitamin dan garam. Pada mogok makan kali ini, ia menolak menelan apapun kecuali air.

Pemerintah Palestina telah memperingatkannya bahwa Zionis bertanggung jawab atas kondisi Adnan. Namun, pada pertengahan Juni Zionis malah berupaya memperbarui undang-undang yang akan mengizinkan tawanan diberi makan dengan paksa saat hidup mereka dalam bahaya.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Jangan Terkecoh dengan Namanya, Moroccanoil Ternyata Produk ‘Israel’
Empat Pemuda Gaza Ditembak Zionis Saat Ngabuburit »