Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Remaja yang Ditembak Serdadu Zionis

2 August 2015, 17:27.
Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

BAYT LAHM, Ahad (Ma’an News Agency): Ribuan warga Palestina kemarin (1/8) menghadiri pemakaman Laith al-Khaldi (17), yang tewas saat terjadi bentrokan di dekat pos pemeriksaan militer Atara di utara Ramallah pada Jum’at (31/7) malam. Al-Khaldi merupakan warga ke-20 Palestina yang tewas oleh pasukan Zionis sejak awal tahun 2015. Itu belum termasuk mereka yang tewas akibat serangan para pemukim ilegal Yahudi atau tawanan yang meninggal dunia saat berada di penjara Zionis.

Iring-iringan dimulai dari rumah sakit Ramallah dimana jenazah al-Khaldi berada, kemudian menuju kamp pengungsi al-Jalazone tempat tinggal keluarga al-Khaldi. Para pelayat mengecam kejahatan Zionis terhadap warga Palestina. Al-Khaldi ditembak di bagian dada oleh pasukan Zionis karena dituduh melempar bom Molotov ke arah pos pemeriksaan militer.

Remaja berusia 17 tahun itu kemudian meninggal dunia setelah menjalani dua kali operasi. Sejumlah warga Palestina lainnya juga terluka oleh peluru baja berlapis karet saat terjadi bentrokan di dekat pos pemeriksaan.

Bentrokan terjadi di Timur Baitul Maqdis dan Tepi Barat pada Jum’at malam usai insiden kematian bayi 18 bulan yang dibakar hidup-hidup oleh para pemukim ilegal Yahudi pada Jum’at pagi. Jum’at malam sebelumnya pasukan Zionis juga menembak mati Mohammad Hamid al-Masri (17) di Jalur Gaza dekat buffer zone, dan melukai warga Palestina lainnya.

Selain kematian bayi Ali (18 bulan), pada bulan Juli tercatat empat warga Palestina tewas ditembak Zionis. Hingga kini orangtua bayi dan anaknya, Ahmad (4) masih dalam kondisi kritis di rumah sakit ‘Israel’. Tak lama setelah insiden pembakaran bayi Ali, pejabat senior Otoritas Palestina Riyad al-Maliki menilai kecaman Zionis atas insiden tersebut tidak sungguh-sungguh.

“Kami menolak menerima kecaman Zionis atas kejahatan teroris; mereka bertanggung jawab langsung atas kejahatan karena terus menerus bersikap diam dan sengaja mengabaikan, serta menolak mencap kelompok tersebut sebagai teroris,” kata al-Maliki. “Serangan pembakaran cerminan gamblang atas hasutan dan kebencian terhadap warga Palestina yang diimplementasikan pemerintah Zionis dalam kebijakan, keputusan dan hukum,” kata al-Maliki.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hasil Otopsi Bayi Ali Dawabsheh: ‘Terbakar dalam Keadaan Hidup’
Keluarga Dawabsheh Harus Dirawat di ICU Selama Setahun »