Hasil Otopsi Bayi Ali Dawabsheh: ‘Terbakar dalam Keadaan Hidup’
1 August 2015, 19:10.

Foto: MaanImages
RAMALLAH, Sabtu (Ma’an News Agency): Hasil otopsi Kementerian Hukum Palestina menyatakan bahwa Ali Saad Dawabsheh (18 bulan) terbakar hidup-hidup. Menteri Hukum Salim al-Saqqa mengatakan, terdapat abu di dalam tubuh bayi. Itu mengindikasikan ia dalam keadaan hidup saat tubuhnya terpanggang. Al-Saqqa mengungkapkan, tubuh bayi benar-benar hangus dan wajah, bagian paru-paru, serta tulang rusuknya meleleh.
Insiden itu juga membuat orangtua dan abang si bayi yang berusia empat tahun mengalami luka bakar parah. Kementerian Kesehatan Palestina kemarin mengungkapkan bahwa Saad Dawabsheh dan istrinya, Riham dalam kondisi kritis. Saad dibawa ke Pusat Medis Soroka, sementara Riham dan anak mereka, Ahmad (4), dibawa ke Rumah Sakit Tal Hashomer. Kedua rumah sakit itu terletak di ‘Israel’.
Saad dan Riham masih berada di ICU dan kondisi mereka sangat kritis. Dokter Zionis mengatakan pada radio publik bahwa ibunda Ali berada dalam kondisi kritis karena mengalami luka bakar tingkat tiga, sekitar 90 persen tubuhnya terbakar. Sementara tubuh sang ayah mengalami luka bakar sekitar 80 persen dan tubuh Ahmad 60 persen terbakar.
Kemarin (31/7) ribuan orang turun ke jalan di Duma untuk menghadiri pemakaman Ali Saad Dawabsheh, yang tubuhnya dibalut bendera Palestina. Ali tewas terpanggang di rumahnya yang dilempar cairan mudah terbakar dan bom Molotov oleh pemukim ilegal Yahudi, Jum’at (31/7) pagi.
Ratusan orang kemarin (31/7) berdemo memprotes pembunuhan brutal Ali. Para demonstran membawa poster yang mengutuk penyerangan tersebut dan meminta respon atas kian meningkatnya kejahatan yang dilakukan serdadu Zionis dan para pemukim ilegal Yahudi. Pasukan Zionis membubarkan aksi demonstrasi dengan menembakkan gas air mata, peluru karet, dan granat kejut ke arah para pendemo di selatan Al-Khalil. Sementara para demonstran Palestina melemparkan batu.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: MaanImages
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
