Sekolah Yahudi-Arab Diteror Lewat Aplikasi Waze
12 August 2015, 16:13.

Hand in Hand, sekolah campuran Yahudi-Arab menjadi target kebencian ekstremis Yahudi. Foto: World Bulletin
BAITUL MAQDIS, Rabu (World Bulletin): Sebuah sekolah campuran Yahudi-Arab di Baitul Maqdis menjadi sasaran kebencian kelompok ekstremis sayap kanan Yahudi. Belum lama ini, sekolah bernama Hand in Hand itu diteror dengan kalimat kebencian yang diunggah di aplikasi navigasi milik Google, Waze.
Di peta lokasi sekolah tersebut di Waze, mereka menuliskan kalimat, “Sekolah Dwi Bahasa-Semoga Nama Mereka Lenyap”. Kalimat ini diunggah dalam bahasa Ibrani. Aplikasi Waze yang banyak dimanfaatkan untuk memeriksa kondisi kemacetan di jalan ini, populer di kalangan orang-orang Zionis.
Menurut sumber Waze, kalimat tersebut diunggah oleh seorang pengguna yang memiliki izin membuat daftar tujuan di peta Waze. Namun, kini Waze mengaku sudah menutup akses oknum itu dan menghapus unggahan tersebut.
“Saya sudah menghubungi polisi dan akan mengajukan keluhan,” ujar kepala sekolah Hand in Hand, Nadia Kinani. Sekolah ini sebelumnya juga menjadi sasaran kebencian kelompok garis keras Yahudi. Bulan lalu, pengadilan Zionis memenjarakan dua orang bersaudara dari kelompok garis keras Yahudi atas pembakaran yang dilakukan di sebuah ruang kelas sekolah tersebut. Mereka juga menulis “Matilah orang Arab” di salah satu dinding sekolah itu.
Sejak terhentinya pembicaraan damai dengan Palestina pada April 2014 lalu, insiden berbau kebencian sering terjadi di ‘Israel’. Pada sebuah serangan yang terjadi 31 Juli lalu, sejumlah ekstremis Yahudi membakar rumah warga Palestina di Duma hingga menewaskan seorang bayi berusia 18 bulan beserta ayahnya. (World Bulletin | Sahabat Al-Aqsha/Tia)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
