Begini Paniknya Pemerintah Zionis Hadapi Pelempar Batu

20 September 2015, 19:08.
Pemuda Palestina melempar batu. Foto: Middle East Monitor

Pemuda Palestina melempar batu. Foto: Middle East Monitor

GAZA, Ahad (Middle East Monitor | Ma’an News Agency): Direktur Pusat Studi ‘Israel’ di Al-Quds Alaa Al-Rimawi mengecam keputusan kabinet keamanan ‘Israel’ terhadap aksi warga Palestina yang melempar batu. Al-Rimawi menyatakan, keputusan itu bermakna mereka memberikan kebebasan bagi serdadu Zionis untuk mengeksekusi anak-anak Palestina.

Al-Rimawi menjelaskan, keputusan tersebut sangat serius karena mereka memindahkan tanggung jawab untuk menembak pendemo dari petugas yang berwenang kepada serdadu Zionis yang ada di lapangan. Zionis juga mempersempit kekuasaan hakim, menaikkan hukuman terhadap para pelempar batu dan mengizinkan pengadilan untuk menjatuhkan denda sangat besar bagi para orangtua pelempar batu, serta memenjarakan mereka jika menolak membayar denda.

Dalam sebuah rapat darurat yang dihadiri para menteri dan pejabat keamanan Selasa (14/9) malam lalu, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menyetujui serangkaian keputusan terhadap para pelempar batu. Termasuk memperkuat UU yang akan diberlakukan terhadap pemuda Palestina yang melempar batu dan bom Molotov, kemungkinan untuk mengubah perintah menembak pemuda Palestina dari petugas berwenang kepada para serdadu yang ada di lapangan, serta pemberlakuan denda sangat tinggi pada anak-anak dan orangtua mereka.

Situs berita Zionis, Haaretz memberitakan, dalam rapat tersebut Netanyahu meminta Jaksa Agung ‘Israel’ mengizinkan penjajah Zionis menggunakan UU melepaskan tembakan yang diterapkan di Tepi Barat juga diberlakukan di Timur Baitul Maqdis. Termasuk mengizinkan tembakan penembak jitu, serta penggunaan senapan Ruger 0.22 inci sesuai dengan jangkauan penembak jitu. Dengan kata lain, Netanyahu menyatakan “perang” terhadap warga Palestina yang melemparkan batu.

Al-Rimawi menjelaskan, keputusan Zionis itu sangat serius dan membutuhkan tindakan dari masyarakat internasional agar membawa kasus tersebut ke hadapan PBB karena Zionis telah mengancam nyawa anak-anak Palestina. Ia mengatakan kasus tersebut harus dibawa ke Pengadilan Kriminal Internasional dan kampanye media internasional harus dilakukan untuk mengungkap ‘wajah’ asli penjajah.

Batu memang kerap menjadi senjata warga Palestina dalam melawan penjajah Zionis. Saat terjadinya bentrokan selama tiga hari berturut-turut di kompleks Masjidil Aqsha, pasukan Zionis menyerang warga Palestina dengan granat kejut, gas airmata, dan peluru karet sehingga mengakibatkan lusinan warga Palestina terluka. Sementara warga Palestina melawan Zionis hanya dengan batu, mercon dan benda lainnya.* (Middle East Monitor | Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tiga Hari Berturut-turut, Penjajah Zionis Serang Masjidil Aqsha
(Foto) Indonesia-Malaysia Kirim Paket Makanan ke Kamp Yarmouk di Suriah »