Tiga Hari Berturut-turut, Penjajah Zionis Serang Masjidil Aqsha

16 September 2015, 16:50.

BAITUL MAQDIS, Rabu (Ma’an News Agency | Al Jazeera): Pasukan penjajah Zionis kembali masuk ke dalam masjid dan melakukan pengrusakan, serta menyerang jamaah Muslim di kompleks Masjidil Aqsha, kemarin pagi (15/9). Suleiman Ahmad, Presiden Departemen Urusan Kota Al-Quds yang ada di tempat kejadian mengungkapkan pada Al Jazeera, pasukan Zionis menempatkan para penembak jitu di atap masjid dan mereka menggunakan peluru karet. Tiga hari berturut-turut Zionis memicu bentrokan di tempat suci ketiga ummat Islam itu.

Pasukan penjajah menembakkan granat kejut, tabung gas airmata, dan peluru baja berlapis karet ke arah jamaah Palestina. Direktur Bulan Sabit Merah Palestina di Baitul Maqdis, Amin Abu Ghazala mengungkapkan pada Ma’an, sekitar 36 warga Palestina terluka dalam bentrokan. Ia mengatakan, sejumlah warga Palestina menderita luka dan memar, sementara lainnya mengalami sesak nafas akibat gas airmata. Setidaknya dua orang dibawa ke rumah sakit.

Direktur sekolah agama khusus lelaki Al-Aqsha, Nadir al-Afghani, mengatakan bahwa kepala bocah berumur 14 tahun tertembak peluru baja berlapis karet. Sementara itu, penjajah Zionis mengklaim lima petugasnya menderita luka ringan. Azzam Khatib, direktur urusan wakaf dan Masjidil Aqsha mengatakan pada Al Jazeera bahwa kekerasan yang kemarin terjadi di tempat suci itu lebih buruk dari hari-hari sebelumnya.

Para petugas dari kantor Kementerian Wakaf Otoritas Palestina di Baitul Maqdis mengatakan pada Ma’an bahwa pasukan Zionis masuk ke dalam kompleks masjid sekitar pukul 6.30 pagi dan menyebar ke penjuru kompleks. Para saksi mata mengungkapkan, kemudian penjajah mulai menutup pintu-pintu di bagian selatan masjid dengan “rantai dan baja” saat para jamaah Palestina berada di dalamnya.

Namun, menurut penjajah Zionis, warga Palestina telah membarikade diri mereka sendiri di dalam masjid sebagaimana yang mereka lakukan dua hari sebelumnya. Para saksi mata juga mengatakan, granat kejut menyebabkan terjadinya kebakaran kecil di dekat Bab al-Janaez. Syukurlah, jamaah berhasil memadamkan api.

Pasukan bersenjata berat menginjak-injak karpet masjid dengan sepatu bot militer mereka hingga Mimbar Saladin. Namun, juru bicara penjajah Zionis membantah mereka masuk ke dalam kompleks masjid. Padahal, juru bicara lembaga Wakaf Islam yang mengawasi kompleks masjid, Firas al-Dibs mengatakan, penjajah menyerbu Masjidil Aqsha dan masuk ke dalamnya hingga ke mimbar masjid.

Yahudi Bebas Keliaran di Kompleks Masjid

Setidaknya empat warga Palestina ditangkap, termasuk bocah 10 tahun bernama Momin al-Tawil. Pasukan Zionis menutup seluruh pintu gerbang kompleks masjid kecuali gerbang Hatta dan Al Silsila, serta melarang seluruh warga Palestina masuk. Para murid dan staf sekolah-sekolah agama yang terletak di dalam kompleks masjid juga dilarang masuk.

Berbeda dengan kaum Muslim, lusinan pemukim ilegal Yahudi justru bebas mengelilingi kompleks masjid dengan pengawalan ketat penjajah. Mereka merayakan hari terakhir liburan Tahun Baru Yahudi di sana. Kepala murabithun, Yousef Mukhaimar mengatakan pada Al Jazeera bahwa Muslim Palestina dilarang memasuki masjid untuk shalat, sementara para pemukim Yahudi diizinkan memasuki masjid dan berkeliaran di sekitar masjid dengan bebas di bawah perlindungan penjajah Zionis.

“Strategi Netanyahu adalah memenuhi janjinya kepada kelompok sayap kanan dan pendukung ekstremis Yahudi untuk secepatnya menghancurkan Al-Aqsha dan membangun kuil mereka di tempat tersebut,” kata Mukhaimar.

Bentrokan sengit juga terjadi di jalan-jalan sempit di luar kompleks Masjidil Aqsha. Penjajah Zionis menembakkan granat kejut ke arah demonstran Palestina yang melemparkan batu. “Pemilik sesungguhnya Al-Aqsha terus berada di luar, sementara para pencuri ada di dalam masjid,” kata seorang wanita Palestina berusia 42 tahun, yang datang dari Nazareth untuk melakukan aksi protes.

Abdel Aziz al-Abasi, anggota murabithun mengatakan, “Masalah terbesar di sini adalah Zionis berupaya untuk membagi kompleks Masjidil Aqsha menjadi beberapa bagian dan menetapkan segmen waktu sehingga mereka bisa memberikan akses pada para pemukim ilegal Yahudi untuk memasuki masjid kami. Kami tidak akan pernah menyetujui rencana tersebut karena itu jelas cara Zionis perlahan-lahan mengambil alih Masjidil Aqsha,” kata Abasi.

Kompleks Masjidil Aqsha, yang dikenal oleh ummat Islam dengan sebutan al-Haram al-Sharif (tanah suci yang mulia) merupakan kompleks bangunan suci di Kota Lama Baitul Maqdis seluas 144 ribu meter persegi. Termasuk di dalamnya, Kubah Ash Shakra (Dome of the Rock, yang berkubah kuning) dan masjid besar (Jami’ Al-Kabir, yang berkubah hitam).* (Ma’an News Agency | Al Jazeera)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Alasan “Bolot” Penjajah Zionis Soal Pelaku Pembakaran di Duma
Begini Paniknya Pemerintah Zionis Hadapi Pelempar Batu »