Gadis Palestina Kritis Sesudah Ditembak Serdadu di Terminal Bis

10 October 2015, 14:06.

Dituduh Menikam, Israel Tembak Gadis Palestina (10 Oktober 2015)

BAYT LAHM, Sabtu (Ma’an News Agency | Middle East Eye): Gadis Palestina yang ditembak penjajah Zionis di terminal bis di Afula, kemarin (9/10), kini dalam kondisi kritis usai menjalani operasi. Zionis menembaknya dengan dalih wanita itu berencana menikam seorang penjaga keamanan Zionis.

Juru bicara penjajah Zionis Micky Rosenfeld mengatakan, wanita tersebut ditembak di tempat kejadian karena membawa pisau dan berencana menikam petugas. Namun, para aktivis mengatakan, wanita tersebut terlihat jelas tidak bersikap mengancam sehingga tak ada alasan Zionis menembaknya.

Video yang merekam insiden tersebut memperlihatkan wanita Palestina tersebut dikepung pasukan keamanan Zionis di terminal bis. Usai berteriak, pasukan penjajah Zionis melepaskan tembakan beberapa kali dari jarak dekat ke arah wanita tersebut. Kemudian, ia ambruk ke tanah. Bisa dilihat wanita tersebut sama sekali tak nampak bersikap mengancam pasukan bersenjata berat Zionis.

Menurut situs Arab48.com, wanita tersebut bernama Israa Abed, ibu dari tiga anak asal Nazareth. Menurut teman Abed, pasukan Zionis juga menciduk ayahanda Abed untuk diinterogasi. Teman Abed yang dirahasiakan identitasnya itu mengatakan, keluarga Abed tidak percaya putri mereka terlibat dalam serangan terhadap penjajah atau siapapun.

Pemicu meluasnya kerusuhan selama beberapa pekan terakhir dan meningkatnya serangan penikaman sejak 1 Oktober adalah insiden terbunuhnya empat warga ‘Israel’, termasuk dua pemukim ilegal Yahudi.

Pada Jum’at lalu, Muhammad Fares Abdullah al-Jaabari (19) ditembak mati di permukiman ilegal Yahudi Kiryat Arba, dekat Al-Khalil usai menikam seorang petugas perbatasan Zionis. Dua remaja Palestina juga ditembak mati saat terjadi aksi demonstrasi, termasuk bocah 13 tahun. Sementara tiga warga Palestina yang disangka melakukan serangan penikaman ditembak mati di tempat kejadian sejak pekan lalu.

Wissam Faraj (20) ditembak mati di kamp pengungsi Shufat saat terjadi bentrokan Kamis lalu. Fadi Alloun (19) asal desa al-Issawiya di Timur Baitul Maqdis, juga ditembak mati pasukan Zionis usai dituduh melakukan penikaman pada Sabtu lalu. Padahal, video yang merekam detik-detik kematiannya jelas menunjukkan Alloun tak mengancam siapapun, bahkan coba mengelak dari gerombolan warga Zionis.* (Ma’an News Agency | Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dengan Izin Allah, Pemuda Palestina Ini Beraksi di Kolong Jip Zionis
Netanyahu Akui Gagal Atasi Aksi ‘Pejuang Tunggal’ »