Netanyahu Akui Gagal Atasi Aksi ‘Pejuang Tunggal’
10 October 2015, 14:10.

Foto: Middle East Monitor
LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Perdana Menteri Benyamin Netanyahu mengakui pihak keamanannya telah gagal mengatasi ‘pejuang tunggal’ Palestina. Ia berdalih, tak ada upaya instan dalam mengatasi maraknya serangan ‘pejuang tunggal’ Palestina yang kini dihadapi Zionis. Ia meminta warga Zionis tetap waspada.
Dalam sebuah konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Moshe Yaalon, Menteri Keamanan Publik Gildan Erdan dan pejabat militer lainnya, kemarin (9/10), Netanyahu mengakui adanya gelombang ‘kekerasan’ dengan menggunakan pisau, batu dan senjata-senjata. Menurut Netanyahu, semua itu merupakan hasil dari hasutan Hamas, Otoritas Palestina, serta Gerakan Islam di Palestina.
Netanyahu juga menuduh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan para pemimpin Palestina lainnya mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang “memancing emosi”. Ia mengancam rakyat Palestina dengan mengatakan bahwa tentara Zionis dan polisi akan mengambil berbagai langkah, termasuk memasuki kota-kota di Tepi Barat dan Baitul Maqdis, serta menghancurkan rumah-rumah pelaku penyerangan.
Ia juga bersumpah akan mengambil langkah agresif terhadap Gerakan Islam di Palestina, yang dipimpin oleh Syeikh Raed Salah. Menteri Pertahanan Zionis Moshe Yaalon mengatakan bahwa pasukan keamanan Zionis akan menangani maraknya serangan dengan bertanggung jawab dan keras. Ia menambahkan, sebagian besar rencana penyerangan diketahui dan digagalkan sebelum terjadi penyerangan. Meski begitu, serangan perorangan tetap memerlukan kewaspadaan warga.
Menteri Keamanan Publik Erdan mengatakan telah terjalin kerja sama menyeluruh di kalangan pasukan keamanan dan berbagai instansi dalam menghadapi serangan ‘pejuang tunggal’. Konferensi pers itu menunjukkan bahwa masyarakat Zionis ketakutan menghadapi maraknya serangan penikaman di Baitul Maqdis dan Tepi Barat.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
