Survei: Mayoritas Yahudi di Palestina Terjajah Ingin Usir Warga Palestina
24 October 2015, 17:30.

Menteri Pendidikan Naftali Bennett dalam rapat kabinet mingguan di Kantor Perdana Menteri di Baitul Maqdis, 20 September 2015. Foto: Ohad Zwigenberg/POOL
PALESTINA, Sabtu (Times of Israel): Hasil survei menunjukkan tingginya tingkat sentimen anti-Arab di kalangan warga Yahudi di ‘Israel’. Mereka menganggap minoritas merupakan ancaman eksistensial. Hasil jajak pendapat terbaru yang diselenggarakan oleh lembaga Miskar –yang mensurvei penduduk Zionis ‘Israel’– menunjukkan tingginya tingkat kebencian dan ketidakpercayaan mereka terhadap warga Arab-Israel. Sebagian besar warga Zionis percaya bahwa warga Arab-Israel adalah musuh bagi ‘Israel’. Mayoritas dari mereka menganggap warga Arab-Israel sebagai ancaman dan ingin penjajah mengusir mereka dari ‘Israel’.
“Kalangan Zionis religius sangat ekstrem dan tegas terkait loyalitas warga Arab-Israel kepada ‘Israel’, mereka merupakan bahaya keamanan kini dan jangka panjang. Karena itulah, diperlukan deklarasi loyalitas dan rencana matang untuk memindahkan mereka.” Demikian kesimpulan hasil jajak pendapat. Penyelenggara jajak pendapat melakukan survei terhadap 480 warga Zionis, yang dipilih berdasarkan tingkat ketaatan pada ajaran Yahudi dan pengenalan diri. Margin of error survei ini sekitar 4,5 persen. Beginilah garis besar hasil jajak pendapat tersebut:
Zionis memandang warga Arab-Israel sebagai ancaman eksistensial bagi ‘Israel’.
Empat perlima warga Zionis percaya Muslim Arab-Israel musuh bagi ‘Israel’ dan warga Yahudi. Hampir 70 persen percaya mereka merupakan ancaman eksistensial jangka pendek bagi ‘Israel’ dan 84 persen percaya mereka merupakan ancaman eksistensial jangka panjang. Kurang dari seperlima percaya warga Arab-Israel menentang kekerasan.
Mayoritas warga Zionis ingin warga Arab-Israel diusir.
Sebagian besar warga Zionis mendukung dibukanya kembali diskusi publik soal pengusiran terhadap warga Arab-Israel. Tiga perempat dari mereka ingin pemerintah penjajah menyiapkan rencana praktis untuk mendorong warga Muslim Arab-Israel beremigrasi. Dua pertiga Zionis percaya bahwa warga Arab-Israel harus bersumpah setia pada ‘Israel’.
Mayoritas Zionis memboikot bisnis warga Arab.
Tujuh puluh persen warga Zionis mendukung boikot terhadap bisnis-bisnis warga Arab. Hanya sedikit yang yakin bahwa kerja sama ekonomi antara Arab dan Yahudi ‘Israel’ itu penting.
Zionis tidak merasa ‘Israel’ rasis terhadap warga Arab.
Hanya sepertiga warga Zionis yang percaya bahwa warga Arab-Israel menghadapi rasisme. Hanya 17 persen yang percaya warga Arab Muslim sulit bersatu karena diskriminasi. Padahal, berdasarkan jajak pendapat Institut Demokrasi ‘Israel’, mayoritas warga Arab-Israel merasa didiskriminasikan. Hasil jajak pendapat juga menunjukkan, hanya 30 persen warga Zionis yang percaya masyarakat Arab-Israel menderita akibat kurangnya investasi dari penjajah Zionis. Padahal, riset membuktikan bahwa warga Yahudi ‘Israel’ menerima investasi per kapita dari penjajah lebih besar dibandingkan warga Arab. * (Times of Israel | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
