Rumah-rumah Warga Al-Khalil Diserbu Lagi

8 November 2015, 20:12.
Pasukan keamanan Zionis mengamankan area dimana seorang wanita Palestina ditembak di kota Al-Khalil, Tepi Barat, 6 November lalu. Foto: AFP/Ahmad Gharabli

Pasukan keamanan Zionis mengamankan area dimana seorang wanita Palestina ditembak di kota Al-Khalil, Tepi Barat, 6 November lalu. Foto: AFP/Ahmad Gharabli

AL-KHALIL, Ahad (Ma’an News Agency): Pasukan penjajah Zionis kemarin (7/11) melarang warga Palestina masuk ke dalam Masjid Ibrahimi di Al-Khalil Kota Lama dan menyerang rumah-rumah warga Palestina saat orang-orang Yahudi memasuki area tersebut. Sumber setempat mengungkapkan pada Ma’an bahwa orang-orang Yahudi itu terus menerus masuk ke dalam kota Tepi Barat terjajah guna memperingati hari raya Yahudi selama dua hari berturut-turut. Situs berita Zionis melaporkan, para serdadu Zionis menyebar hingga ke atap rumah-rumah warga Palestina yang menghadap ke Masjid Ibrahimi demi melindungi kaum Yahudi di wilayah tersebut, kemarin (7/11) pagi.

Lebih dari 4.000 warga Yahudi mendatangi kota Al-Khalil sejak Jumat (6/11) malam dengan pengawalan ketat tentara Zionis. Saat itu sempat terjadi insiden penembakan di dekat Masjid Ibrahimi. Konon penyerang melarikan diri dari tempat kejadian sehingga pasukan Zionis langsung memeriksa wilayah tersebut usai terjadinya serangan.

Para saksi mata mengungkapkan, korban penembakan adalah serdadu Zionis. Ia tertembak di daerah al-Ras, sebelah timur Masjid Ibrahimi. Penduduk setempat, Jamal Abu Iseifah mengatakan, ia mendengar dua kali suara tembakan dan melihat ambulans ‘Israel’ mengevakuasi seorang serdadu yang nampaknya tertembak dan terluka. Juru bicara tentara Zionis mengonfirmasi bahwa serdadu Zionis itu terluka oleh “peluru nyasar”, namun tak ada informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Selama sebulan terakhir sejumlah serangan terjadi di dekat Masjid Ibrahimi, yang disebut kaum Yahudi sebagai Makam Para Leluhur. Tempat suci itu dibagi menjadi sinagog dan masjid usai serangan para pemukim ilegal Yahudi pada tahun 1994, yang menembaki jamaah Muslim, membunuh 29 orang dan melukai lebih dari 100 warga Palestina.

Setelah terjadinya serangan, para pemukim Yahudi itu tinggal di wilayah tersebut dan terus mendapatkan perlindungan dari pasukan bersenjata Zionis, sementara warga Palestina berada dalam pembatasan ketat. Tempat suci itu hingga kini terus menjadi tempat rawan konflik dan warga Palestina di Al-Khalil telah “dipenjara” oleh pasukan militer Zionis selama sepekan terakhir.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Tetapkan Lagi Zona Militer di Al-Quds Timur
Pengunjuk Rasa Palestina Gadungan Tebar Teror »