Beginilah Cara Penjajah Zionis Interogasi Bocah Palestina
12 November 2015, 15:28.
https://youtu.be/Y7pAsZx8zdw
BAYT LAHM, Kamis (Ma’an News Agency): Dalam rekaman video yang diperoleh kantor berita Ma’an, para petugas Zionis tertangkap kamera mencaci maki Ahmad Manasra (13) –bocah Palestina yang dituduh menikam dua warga ‘Israel’ di Timur Baitul Maqdis bulan lalu– saat menginterogasi bocah tersebut. Dalam video yang memperlihatkan cuplikan interogasi Ahmad Manasra (13) itu terlihat detektif Zionis berteriak dan menyiksa bocah tersebut secara lisan saat bertanya padanya soal insiden serangan dan motif tindakannya.
Tak diketahui kapan video itu direkam. Pengadilan Negeri Al-Quds ‘Israel’ pada 30 Oktober menuntut Ahmad Manasra atas percobaan pembunuhan terhadap dua warga ‘Israel’ pada 12 Oktober lalu. Serangan penikaman terjadi di dekat permukiman ilegal Yahudi Pisgat Zeev di Timur Baitul Maqdis, yang konon membuat dua warga ‘Israel’ yang berusia 13 dan 21 tahun menderita luka parah.
Dalam video tersebut terlihat seorang penyidik berulang kali berteriak kepada Manasra dalam bahasa Arab untuk “diam”, saat Manasra terus menerus memohon pada petugas itu untuk percaya bahwa ia tidak bisa mengingat apapun soal insiden yang dituduhkan. Kemudian petugas terlihat bertanya pada bocah itu soal panggilan telepon dengan pengacaranya, serta memberitahu Manasra bahwa ia dituduh berupaya membunuh “dua orang Yahudi” dan mendukung “musuh”, yang nampaknya tak dimengerti oleh Manasra.
Penyidik lantas menunjukkan video serangan tersebut pada Manasra, meneriakkan pertanyaan-pertanyaan tentang detail insiden tersebut. Manasra mulai menangis sambil menyatakan bahwa ia “tidak tahu” dan “tidak ingat”, serta memohon pada petugas itu untuk membawanya ke dokter untuk diperiksa. Manasra terus mengatakan bahwa ia tidak mengingat apapun dan memohon pada si detektif untuk memercayainya. Ia menjelaskan bahwa ia “terbangun keesokan harinya tanpa mengetahui apa yang terjadi padanya.” Si detektif terus menerus menyebut Manasra “pembohong”.
Lalu penyidik lain ikut menginterogasi, ia terus bertanya pada Manasra mengenai motifnya melakukan “serangan” itu. Manasra akhirnya mengatakan, “Semua yang kau katakan benar, saya tidak bisa mengingat. Dari apa yang saya lihat di dalam kamera itu 100 persen benar, tapi saya tidak ingat apapun.”
Kemudian, dua penyidik itu nampak tersenyum saat mereka membahas soal posisi Manasra memegang pisau. Manasra mengatakan pada penyidik, “Kalian sudah menanyaiku terus tentang itu dan kalian tidak tahu apakah pisau itu dipegang atau tidak.”
Saat serangan terjadi, sepupu Ahmad Manasra, Hassan (15) ditembak mati di tempat kejadian oleh pasukan Zionis, sementara Manasra ditabrak mobil dan menderita luka parah. Video Manasra yang tergeletak di tanah penuh luka dan berlumuran darah setelah ditabrak mobil menarik perhatian publik. Di rekaman video, seorang warga ‘Israel’ yang melihat insiden itu terdengar jelas memaki Manasra, sementara yang lainnya meminta penjajah Zionis untuk menembaknya. Manasra kabarnya akan dikurung di fasilitas tertutup hingga nanti ia diadili di pengadilan. Pengadilan juga menolak permintaan keluarga agar Manasra dikenakan tawanan rumah. Padahal berdasarkan usianya, Manasra tidak bisa dibui hingga ia berusia 14 tahun pada Januari nanti.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: MaanImages
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
