Hendak Makan Siang, Nenek Ini Malah Ditembaki Serdadu Zionis
9 November 2015, 16:50.
https://youtu.be/5mSm7YNxbFU
PALESTINA, Senin (Electronic Intifada): Tharwat al-Sharawi, seorang nenek Palestina berusia 72 tahun, sedang mengemudi dengan kecepatan normal saat pasukan Zionis menembakinya hingga akhirnya meninggal dunia pada Jumat lalu. Sebuah video dan keterangan para saksi mata membuktikan hal itu.
Lebih dari 70 warga Palestina tewas dibunuh pasukan Zionis sejak awal Oktober lalu. Jumat lalu, Salama Mousa Abu Jami juga ditembak pasukan penjajah Zionis sehingga menderita luka parah. Saat itu ia sedang melakukan aksi demo di dekat pagar perbatasan dengan ‘Israel’ di timur Khan Younis, Jalur Gaza.
Pada Ahad lalu, pasukan Zionis menembak mati Sulaiman Aqel Muhammad Shahin (22) dari kota al-Bireh di dekat Ramallah karena dituduh menabrak gerombolan warga ‘Israel’ sehingga melukai empat orang di persimpangan jalan di selatan Nablus, Tepi Barat terjajah. Beberapa jam kemudian, seorang wanita Palestina ditembak usai berupaya menikam seorang penjaga keamanan Zionis di pintu masuk permukiman ilegal Yahudi Beitar Illit, di dekat Bayt Lahm, Tepi Barat terjajah.
Kantor berita Ma’an melaporkan, rekaman video keamanan memperlihatkan wanita tersebut, Hilwa Salim Darwish, menarik sebilah pisau dari tasnya dan menyerang penjaga tersebut sehingga menderita luka ringan.
Dibunuh Saat Mengemudi
Penjajah Zionis berdalih, para serdadu menembaki mobil Tharwat al-Sharawi di Al-Khalil pada Jumat lalu karena ia berusaha menggilas para serdadu di kota itu. Video berdurasi 11 detik yang tersebar di internet pada Sabtu lalu, nampak memperlihatkan insiden itu dari sudut pandang salah seorang serdadu Zionis. Media Zionis melaporkan bahwa pejabat militer Zionis merasa terganggu dengan tersebarnya video itu.
Mobil al-Sharawi terlihat melaju di jalan dengan kecepatan sedang. Kamera nampak seperti dipasang di helm seorang serdadu yang memberi isyarat ke arah al-Sharawi. Namun, tidak jelas apakah ia berencana membuat al-Sharawi meminggirkan mobilnya ke pinggir jalan atau membiarkannya lewat.
Video tersebut menunjukkan bahwa para serdadu tidak memasang penghalang jalan untuk menghalangi kendaraan lewat area tersebut. Padahal, media massa melaporkan saat itu daerah tersebut dipenuhi asap gas airmata. Video juga memperlihatkan para serdadu Zionis ada di sisi kanan dan kiri jalan. Sejumlah serdadu yang berdiri di jalanan tak kesulitan pindah dari tempat mereka berada. Tidak ada seorang pun yang tertabrak kendaraan. Namun, para serdadu Zionis malah menembaki mobil tersebut.

Foto Tharwat al-Sharawi yang beredar luas di media sosial.
Pergi Makan Siang
Tentara Zionis berdalih, ditemukan pisau prajurit di dalam mobil al-Sharawi. Sebuah klaim yang bahkan ditanggapi dengan skeptis oleh editor Jerusalem Post, Seth Frantzman. Frantzman bercuit di media sosial: “Saat tentara ‘Israel’ mengklaim mereka menemukan pisau di dalam mobil wanita berusia 72 tahun…akankah mereka mengecek sidik jari di pisau tersebut untuk membuktikan ia menyentuh pisau itu?”

Penjajah Zionis menuduh nenek 72 tahun itu memiliki pisau ini. Tuduhan yang bahkan dianggap tidak masuk akal oleh editor sebuah surat kabar Zionis. Foto: Diambil dari akun twitter Seth Frantzman (@sfrantzman)
Putra al-Sharawi, Ayoub mengatakan pada media massa bahwa ibunya hendak makan siang di rumah saudara perempuannya. Berbicara pada media ‘Israel’, Ayoub menertawakan klaim penjajah dan mempertanyakan apa yang mungkin bisa dilakukan ibunya menghadapi sekelompok besar serdadu bersenjata Zionis, meski jika ia memiliki sebilah pisau. Menurut media Zionis, para serdadu yang membunuh al-Sharawi merupakan brigade militer Kfir.
Al-Sharawi merupakan ibu dari tujuh anak, ia merupakan istri dari almarhum Fuad al-Sharawi, yang tewas dibunuh pasukan Zionis pada tahun 1988 saat terjadi intifada pertama.
Saksi Mata
Seorang saksi mata yang terluka akibat tembakan ‘Israel’ bekerja di sebuah pom bensin dekat tempat kejadian. Pria itu diwawancarai oleh penerbitan Donia Al-Watan di rumah sakit al-Ahli Al-Khalil pada Jumat lalu, sebelum video muncul. Menurut dia, terjadi konfrontasi antara pasukan penjajah Zionis dan para pemuda Palestina di daerah tersebut. Ketika mereka bergerak mendekati pom bensin, karyawan menutup pom bensin dan naik ke lantai dua gedung.
Para serdadu Zionis menerobos masuk pom bensin dan mengambil alat pemadam api untuk memadamkan api yang sudah menyala di luar. Ia mengatakan, kemudian para serdadu keluar dan saat itulah mobil al-Sharawi mendekat ke arah pom bensin dari arah Ras al-Jora dengan kecepatan yang wajar. Namun, tiba-tiba para serdadu Zionis menembakinya dengan berondongan peluru.
Saksi mata mengungkapkan, al-Sharawi kemungkinan mencoba untuk meloloskan diri dari asap gas airmata di kawasan Ras al-Jora sehingga ia mengarahkan mobilnya ke pom bensin. Namun, para serdadu melubangi mobilnya dengan berondongan peluru. Usai insiden penembakan, pasukan penjajah melarang tenaga medis mendekati al-Sharawi.
Sejak meningkatnya kekerasan pada awal Oktober, lebih dari setengah warga Palestina yang meninggal dunia dieksekusi Zionis karena dituduh, dicurigai, atau benar-benar melakukan penyerangan yang menewaskan 11 warga ‘Israel’. Namun, sejumlah video dari insiden-insiden tersebut menunjukkan, warga Palestina dibunuh saat mereka tidak bersikap membahayakan siapapun.* (Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
