Inilah Alasan Zionis Tak Izinkan Otopsi Jenazah Pemuda Palestina
29 November 2015, 15:56.

Pasukan penjajah Zionis di Jabal al-Mukabir, kawasan warga Palestina di Baitul Maqdis pada 19 Oktober lalu. Foto: Mahfouz Abu Turk/APA images
PALESTINA, Ahad (Electronic Intifada): Penolakan penjajah Zionis untuk mengizinkan otopsi atas seorang pemuda Palestina yang tewas oleh petugas keamanan Zionis menunjukkan adanya hal yang disembunyikan. Pada 17 Oktober, Mutaz Uweisat dibunuh penjajah di permukiman ilegal Yahudi di Timur Baitul Maqdis terjajah, Armon Hanatziv. Penjajah menuduh remaja 16 tahun itu berupaya menikam seorang penjaga perbatasan. Kelompok HAM Palestina meminta dilakukan investigasi terhadap petugas yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Dalam surat permohonan yang disampaikan awal bulan ini, dua kelompok HAM, Adalah dan Addameer, mendesak otopsi dilakukan di hadapan petugas medis yang disetujui oleh keluarga Uweisat. Lima hari setelah mengajukan permohonan, Adalah mengeluarkan pernyataan bahwa polisi menolak melakukan otopsi dan pengadilan ‘Israel’ di Baitul Maqdis menolak untuk memerintahkan pelaksanaan otopsi. Polisi memutuskan untuk menutup penyelidikan atas insiden tersebut.
Penjajah Zionis masih belum menyerahkan jenazah Uweisat kepada keluarganya. Dengan cara yang sama, penjajah juga menolak mengembalikan atau menunda untuk mengembalikan puluhan jenazah warga Palestina lain yang tewas oleh pasukan Zionis.
Penolakan Zionis untuk mengizinkan investigasi atas insiden tersebut membuat oknum yang bertanggung jawab atas kasus itu tak mungkin dibuktikan. Sejumlah tuduhan lain yang dibuat penjajah agar bisa menembak mati para pemuda Palestina juga ternyata tidak benar.
Jago ‘Ngarang’
Relawan Adalah, Amjad Araqi mengatakan, penjajah menunjukkan sikap serupa dalam kasus ini sebagaimana yang mereka lakukan usai menembak mati Fadi Alloun di dekat tembok Kota Lama Baitul Maqdis bulan lalu. Saat itu penjajah juga menuduh Alloun coba menikam warga ‘Israel’. Namun, sebuah video membuktikan bahwa Alloun tak bersenjata ketika ia ditembak.
“Mereka tak terlalu tertarik melakukan investigasi yang benar atas insiden-insiden tersebut. Mereka juga menolak permintaan otopsi independen untuk memastikan bahwa penjajah memberikan informasi yang benar tentang para korban,” kata Iraqi. Mutaz Uweisat berasal dari Jabal al-Mukabir, daerah di Timur Baitul Maqdis yang terletak dekat permukiman Yahudi Armon Hanatziv.
Target Mereka Remaja Palestina
Penjajah Zionis juga secara terbuka menyatakan bahwa petugas Zionis boleh menembak mati warga Palestina. Moshe Edri, komandan daerah Baitul Maqdis, bulan lalu memuji petugas yang menembak mati seorang warga Palestina. Edri menyatakan bahwa siapapun yang menikam orang Yahudi atau menyakiti orang yang tak bersalah, ia layak dibunuh. Organisasi HAM internasional, Amnesty International menemukan bahwa pasukan Zionis telah meningkatkan penggunaan amunisi terhadap warga Palestina sejak 1 Oktober. Lebih dari 85 warga Palestina tewas dalam periode tersebut.
Amnesty telah mendokumentasikan sejumlah kejadian dimana para pemuda Palestina tewas oleh pasukan penjajah kendati mereka tidak bersikap mengancam jiwa siapapun. Menurut Amnesty, pembunuhan tersebut merupakan eksekusi ekstra yudisial (di luar hukum).* (Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
