Rezim Assad dan Rusia Jatuhkan Lebih dari 3.000 Bom Gentong ke Suriah
11 December 2015, 05:56.

Reruntuhan gedung-gedung usai kapal perang milik tentara Suriah melakukan serangan udara di kawasan Kafr Batn, sebelah timur daerah Ghouta, Damaskus, Suriah, 4 Desember lalu. Foto: Anadolu
LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) mengungkapkan, sejak awal intervensi militer Rusia di Suriah pasukan Al-Assad telah menjatuhkan 3.173 bom gentong yang menewaskan 140 orang termasuk 28 anak-anak dan 17 wanita.
November lalu, kelompok HAM ini merilis laporan yang mendokumentasikan penggunaan bom gentong tentara Suriah. Laporan tersebut mengungkap bahwa pasukan rezim Suriah menggunakan bom gentong kali pertama pada 1 November 2012 di kota Idlib, Silqean. Laporan tersebut menyatakan bahwa sebelum digunakan oleh Assad, bom gentong tak dikenal masyarakat internasional.
“Bom gentong terkadang beratnya mencapai seperempat ton. Bom-bom gentong ini merupakan senjata acak, buatan sendiri dan lebih murah. Akan tetapi, mengakibatkan kerusakan masif dan menghilangkan nyawa banyak orang. Sekitar 99 persen korban bom gentong merupakan warga sipil, sementara persentase wanita dan anak-anak yang menjadi target berkisar antara 12 dan 35 persen,” demikian ungkap laporan tersebut.
SNHR juga mendokumentasikan sejumlah insiden dimana bom-bom gentong dijatuhkan di sejumlah provinsi di Suriah, jumlah kematian dan kerusakan yang diakibatkannya. SNHR mencatat penggunaan 1.083 bom gentong pada bulan November. Dari jumlah tersebut, sekitar 757 bom gentong dijatuhkan di pinggiran kota Damaskus. Lebih dari 113 dijatuhkan di Aleppo, 133 di Daraa, dan 46 di Homs. Sisanya dijatuhkan di Idlib, Hama, Al-Qunaitara dan Lattakia.
Lebih lanjut laporan tersebut mengungkap bahwa bom-bom gentong itu mengakibatkan 51 kematian, termasuk 16 anak-anak dan tujuh wanita, dengan sebagian besar korban berada di Daraa, kemudian pinggiran kota Damaskus dan Homs. SNHR juga mendokumentasikan lima fasilitas penting yang menjadi target bom-bom gentong pada November lalu, yakni tiga masjid, sebuah sekolah dan fasilitas medis.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
