Penjajah Zionis “Bebaskan” Lagi Tersangka Pembakar Keluarga Dawabsheh

13 December 2015, 21:21.
Sanak keluarga berduka atas kematian Ali Saad Dawabsheh, bayi 18 bulan yang meninggal dunia dalam insiden serangan pembakaran di desa Duma, Tepi Barat, pada 31 Juli 2015. Foto: AFP/Thomas Coex

Sanak keluarga berduka atas kematian Ali Saad Dawabsheh, bayi 18 bulan yang meninggal dunia dalam insiden serangan pembakaran di desa Duma, Tepi Barat, pada 31 Juli 2015. Foto: AFP/Thomas Coex

BAYT LAHM, Ahad (Ma’an News Agency | Middle East Monitor): Penjajah Zionis Kamis (10/12) lalu membebaskan pemukim ilegal Yahudi yang sempat ditangkap karena dituduh terlibat dalam serangan pembakaran keluarga Palestina pada Juli lalu. Pemukim ilegal Yahudi, yang tergabung dalam organisasi ekstremis Yahudi itu ditangkap bersama dengan sejumlah tersangka lain yang juga terlibat dalam serangan pembakaran yang menewaskan tiga anggota keluarga Dawabsheh di desa Duma, Nablus, Tepi Barat.

Si tersangka kabarnya telah dibebaskan dan dijadikan tahanan rumah selama lima hari di rumahnya di permukiman ilegal Yahudi, Benyamin, di timur kota Ramallah. Si pemukim ilegal Yahudi yang tak disebutkan namanya itu merupakan ayah dari dua anak. Lelaki itu ditangkap 12 hari lalu oleh intelijen Zionis dan dihadirkan di pengadilan Zionis pada Rabu lalu. Sebenarnya masa penahanannya diperpanjang hingga Ahad, tapi ternyata malah dibebaskan Kamis lalu.

Pada 31 Juli sejumlah pemukim ilegal Yahudi melemparkan bom api ke rumah keluarga Dawabsheh saat mereka sedang tertidur. Bayi Ali Dawabsheh yang berusia 18 bulan tewas seketika. Sepekan lebih dirawat di rumah sakit, ayahanda Ali, Saad Dawabsheh, yang menderita luka bakar parah meninggal dunia. Begitu pula dengan ibunda Ali, Riham, akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar tingkat tiga yang dideritanya.

Kini, yang tersisa cuma Ahmad (4), abang bayi Ali, yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit. Saad Dawabsheh merupakan buruh bangunan yang membangun rumah-rumah di sejumlah permukiman Zionis di Tepi Barat. Riham merupakan guru matematika di sebuah sekolah khusus putri.

Usai insiden pembakaran, tiga aktivis Yahudi garis keras dikenakan ‘penahanan administratif’. Namun, mereka tak dikaitkan dengan penyerangan pembakaran di Duma. Mereka dituduh terlibat dalam aktivitas terorisme. Mereka adalah Mordechai Meyer, Eviatar Slonim dan Meir Ettinger.

Meir Ettinger, menurut intelijen Zionis, Shin Bet, memimpin organisasi Yahudi garis keras yang bermaksud menumbangkan pemerintah ‘Israel’ dengan jalan kekerasan dan mendorong orang lain untuk melakukan tindakan teroris. Mordechai Meyer, dituduh melakukan pembakaran sebuah biara di Baitul Maqdis. Sementara Eviatar Slonim dituduh membakar sebuah rumah di kota warga Palestina, Khirbet Abu Falah. Sekali lagi, tak ada satu pun dari nama-nama tersebut secara eksplisit terlibat dalam pembakaran rumah keluarga Dawabsheh.

Terkait kasus keluarga Dawabsheh, penjajah Zionis sempat menangkap sejumlah pemukim ilegal Yahudi garis keras yang diduga terlibat dalam serangan pembakaran. Namun, pada 10 Agustus para tersangka dibebaskan usai diinterogasi. Sebulan kemudian, Menteri Pertahanan ‘Israel’, Moshe Yaalon menyatakan Zionis telah mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan pembakaran. Namun, tidak menangkapnya demi melindungi identitas sumber mereka.* (Ma’an News Agency | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bentrokan di Tepi Barat, Penjajah Zionis Tembak 20 Warga Palestina
Anggota Legislatif Zionis: “Aksi Pembakaran terhadap Keluarga Dawabsheh Bukanlah Terorisme” »