Inilah Cara Penjajah Zionis Bungkam Relawan Media Sosial
15 December 2015, 15:26.

Penjajah Zionis mengandalkan informasi dari agen intelijen Zionis, Shin Bet, terkait “serangan-serangan” di media sosial.
LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Surat kabar Zionis, Haaretz, memberitakan bahwa tuntutan hukum terhadap warga Palestina atas unggahan di media sosial di ‘Israel’ meningkat tajam sejak dimulainya Intifadhah Al-Quds. Dalam tiga bulan terakhir, sekitar 105 berkas tuntutan diajukan terhadap warga Palestina. Sebelum Intifadhah Al-Quds, hanya ada 50 berkas tuntutan dalam kurun waktu enam bulan pertama tahun ini.
Terkait “serangan” lewat media sosial, penjajah Zionis memperoleh informasi dari agen intelijen Zionis, Shin Bet. Mengutip pernyataan para pengacara, Haaretz mengungkapkan, jika menyangkut “pelanggaran” yang dilakukan warga Palestina, maka penjajah Zionis “cepat dan fokus”. Akan tetapi, jika menyangkut aksi kejahatan warga ‘Israel’, penjajah Zionis mendadak buta.
Haaretz mengatakan, penjajah Zionis menuntut warga Palestina Mohamed Abul-Kaf (21) asal Baitul Maqdis terjajah, karena dianggap menggunakan Facebook untuk mengelu-elukan para syuhada dan menyebarluaskan lagu-lagu yang memuliakan serangan-serangan penikaman. Kejaksaan Zionis menganggap laman Facebook Abul-Kaf sebuah alat untuk “mendorong kekerasan dan aksi terorisme.” * (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
