Ya’alon: Tak Ada Cukup Bukti Tuntut Pembakar Keluarga Dawabsheh
17 December 2015, 18:44.

Para pelayat menghadiri upacara pemakaman Riham Dawabsheh (28), ibunda dari bayi Ali (18 bulan) yang dibakar hidup-hidup Juli lalu oleh tersangka ekstremis Yahudi di Tepi Barat. Riham meninggal dunia akibat luka bakar parah yang dideritanya. Foto: Middle East Monitor
LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Menteri Pertahanan Moshe Ya’alon mengatakan, tidak ada cukup bukti untuk menuntut tersangka para pemukim ilegal Yahudi bertanggung jawab atas serangan pembakaran yang dilakukan terhadap keluarga Dawabsheh di desa Duma, Tepi Barat, selatan Nablus, Juli lalu. Ya’alon mengungkapkan pada radio tentara Zionis bahwa dinas keamanan Zionis mengetahui identitas para pembunuh keluarga Dawabsheh, tapi “tak ada bukti” untuk mengadili mereka.
Kamis (10/12) lalu penjajah Zionis membebaskan pemukim ilegal Yahudi yang sempat ditangkap karena dituduh terlibat dalam serangan pembakaran keluarga Dawabsheh. Ekstremis Yahudi itu ditangkap bersama dengan sejumlah tersangka lain yang juga terlibat dalam serangan pembakaran yang menewaskan tiga anggota keluarga Dawabsheh. Si tersangka kabarnya telah dibebaskan dan dijadikan tahanan rumah selama lima hari di rumahnya di permukiman ilegal Yahudi, Benyamin, di timur kota Ramallah.
Pada 31 Juli lalu sejumlah pemukim ilegal Yahudi melemparkan bom api ke rumah keluarga Dawabsheh saat mereka sedang tertidur. Bayi Ali Dawabsheh yang berusia 18 bulan tewas seketika. Sepekan lebih dirawat di rumah sakit, ayahanda Ali, Saad Dawabsheh, yang menderita luka bakar parah meninggal dunia. Begitu pula dengan ibunda Ali, Riham. Hanya Ahmad (4), abang bayi Ali, yang masih hidup dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
