Zionis Baru Kembalikan Jenazah Nenek Ini, Sesudah 45 Hari Meninggal

23 December 2015, 23:00.
Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

AL-KHALIL, Rabu (Ma’an News Agency | Electronic Intifada): Setelah 45 hari meninggal dunia, baru kemarin (22/12) penjajah Zionis mengembalikan jenazah Tharwat al-Sharawi (72). Nenek Palestina itu ditembak mati serdadu Zionis awal November lalu karena dituduh coba menabrak serdadu dengan mobilnya. Jasadnya dikembalikan ke keluarganya melalui pos pemeriksaan Tarqumiya.

Israel Tembaki Mobil Nenek Palestina - 01 (9 November 2015)

Tharwat ditembak mati serdadu Zionis pada 6 November lalu di luar pom bensin di Halhul, sebelah utara Al-Khalil. Serdadu Zionis menuduh Tharwat berupaya menabrak segerombolan serdadu, namun keluarganya menolak tuduhan tersebut. Tharwat sedang mengemudi dengan kecepatan normal saat pasukan Zionis menembakinya hingga akhirnya meninggal dunia. Sebuah video dan keterangan para saksi mata membuktikan hal itu.

Penjajah Zionis berdalih, para serdadu menembaki mobil Tharwat karena ia berusaha menggilas para serdadu. Video berdurasi 11 detik yang tersebar di internet nampak memperlihatkan insiden itu dari sudut pandang salah seorang serdadu Zionis. Media Zionis melaporkan bahwa pejabat militer Zionis merasa terganggu dengan tersebarnya video itu.

Dalam video terlihat mobil Tharwat melaju di jalan dengan kecepatan sedang. Kamera nampak seperti dipasang di helm seorang serdadu yang memberi isyarat ke arah Tharwat. Namun, tidak jelas apakah ia berencana membuat Tharwat meminggirkan mobilnya ke pinggir jalan atau membiarkannya lewat.

Video tersebut menunjukkan bahwa para serdadu tidak memasang penghalang jalan untuk menghalangi kendaraan lewat area tersebut. Padahal, media massa melaporkan saat itu daerah tersebut dipenuhi asap gas airmata. Video juga memperlihatkan para serdadu Zionis ada di sisi kanan dan kiri jalan. Sejumlah serdadu yang berdiri di jalanan tak kesulitan pindah dari tempat mereka berada. Tidak ada seorang pun yang tertabrak kendaraan. Namun, para serdadu Zionis malah menembaki mobil tersebut. Usai insiden penembakan, pasukan penjajah melarang tenaga medis mendekati Tharwat.

Tentara Zionis juga mengklaim menemukan pisau prajurit di dalam mobil Tharwat. Sebuah klaim yang bahkan ditanggapi dengan skeptis oleh editor Jerusalem Post, Seth Frantzman. Frantzman bercuit di media sosial: “Saat tentara ‘Israel’ mengklaim mereka menemukan pisau di dalam mobil wanita berusia 72 tahun…akankah mereka mengecek sidik jari di pisau tersebut untuk membuktikan ia menyentuh pisau itu?”

Putra Tharwat, Ayyub, mengatakan ibunya hendak makan siang di rumah saudara perempuannya. Ayyub juga menertawakan klaim penjajah dan mempertanyakan apa yang mungkin bisa dilakukan ibunya menghadapi segerombolan serdadu bersenjata Zionis, meski jika ia memiliki sebilah pisau. Tharwat merupakan ibu dari tujuh anak, ia merupakan istri dari almarhum Fuad al-Sharawi, yang tewas dibunuh pasukan Zionis pada tahun 1988 saat terjadi intifadhah pertama.

Penjajah Zionis masih menahan puluhan jenazah warga Palestina yang tewas beberapa bulan belakangan ini, termasuk sekitar 21 warga Palestina asal Al-Khalil. Kebijakan menahan jenazah warga Palestina yang dituduh melakukan penyerangan kian menyulut ketegangan di Tepi Barat terjajah, yang dilanda kerusuhan sejak awal Oktober.* (Ma’an News Agency | Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gerombolan Bersenjata Zionis Culik Empat Nelayan Gaza, Rampas Perahunya
Sekampung Dihukum Gara-gara Siarkan Video Gigit Zionis »