Penjajah Zionis Semprot Ladang di Gaza dengan Cairan Beracun
26 December 2015, 20:41.

Petani Gaza mengatakan, pesawat Zionis menyemprotkan pestisida berbahaya selama empat hari berturut-turut dalam pekan ini. Foto: Dokumentasi Middle East Monitor
KOTA GAZA, Sabtu (Ma’an News Agency | Middle East Monitor): Kementerian Pertanian di Gaza mengatakan, tanaman di ladang seluas 3.000 meter persegi di dekat perbatasan dengan ‘Israel’ rusak usai disemprot bahan kimia berbahaya. Wael Thabet, pejabat senior di Kementerian Pertanian mengatakan pada Anadolu bahwa pesawat Zionis menyemprotkan pestisida di lahan pertanian di sepanjang perbatasan Gaza selama empat hari berturut-turut. Pestisida berbahaya itu memusnahkan tanaman, termasuk buncis, kacang polong, gandum, jewawut dan bayam.
Thabet mengungkapkan, sejumlah petani memberitahu kementerian bahwa pesawat penjajah menyemproti ladang mereka dengan pestisida beracun di sekitar daerah al-Qarrara di sebelah utara Khan Younis dan daerah Wadi al-Salqa di pusat timur Gaza sehingga merusak sebagian besar tanaman.
Saleh al-Najjar, petani dari al-Qarrara, mengatakan ia kehilangan sekitar 30 dunum (7,4 hektar) tanaman bayam dan kacang polong akibat semprotan pestisida yang berlangsung dari pukul enam hingga sembilan pagi. Petani lainnya, Wael al-Shami, mengatakan ia kehilangan hasil panen daun seledri dan buncis yang ditanam di dekat al-Qarrara di sebelah timur Khan Younis.
Thabet menyatakan, pasukan Zionis dengan sengaja menyemprotkan pestisida secara berkala di ladang-ladang dekat perbatasan Gaza-‘Israel’ untuk menghancurkan tanaman warga Gaza. Thabet menambahkan, Palang Merah telah mengamati kerusakan sejumlah ladang dan berdasarkan laporan awal diperkirakan 1.500 dunam (371 hektar) ladang di pusat Gaza dan 200 dunam (50 hektar) ladang di sebelah timur Khan Younis telah rusak. Thabet meminta Palang Merah menghubungi ‘Israel’ dan meminta dihentikannya kekerasan terhadap para petani di Gaza.* (Ma’an News Agency | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
