Cegah Pengungsi Hijrah ke Eropa, Turki Akan Keluarkan Izin Kerja Bagi Pengungsi Suriah

14 January 2016, 16:54.
Foto: Middle East Monitor

Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans. Foto: Middle East Monitor

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Menteri Turki untuk Urusan Eropa Volkan Bozk?r mengungkapkan, Ankara akan mengeluarkan izin kerja bagi para pengungsi Suriah agar semakin sedikit dari mereka yang bermigrasi ke Eropa. Upaya itu dilakukan untuk mengatasi desakan Uni Eropa agar mengurangi jumlah orang yang bermigrasi. Usai rapat dengan Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans, Bozk?r mengatakan, “Kami berupaya untuk mengurangi tekanan migrasi ilegal dengan memberikan izin kerja bagi warga Suriah yang ada di Turki.” Menurut Bozk?r, “Krisis pengungsi, secara alami, merupakan masalah paling penting bagi Uni Eropa serta Turki.”

Pekan lalu Timmermans mengatakan, Eropa tidak puas dengan upaya-upaya Turki untuk mencegah para imigran melintasi Laut Aegea menuju Yunani. Saat konferensi pers Timmermans mengatakan, jumlah imigran yang melintasi Laut Egean dari Turki menuju negara anggota Uni Eropa, Yunani masih cukup tinggi. “Sekitar 2.000 dan 3.000 orang tiba setiap hari. Kami tidak puas dengan hal itu,” kata Timmermans.

Menteri Turki mengatakan jumlah imigran dan pengungsi yang ditangkap karena berupaya melintasi Laut Aegea secara ilegal melebihi 150.000, jumlah tersebut dua kali lipat dibanding pada tahun 2014. “Otoritas Turki mengamankan sekitar 500 imigran per hari,” katanya. “Migrasi ilegal harus berubah menjadi migrasi legal dan pelaku perdagangan manusia yang mengakibatkan terjadinya migrasi ilegal harus dihapuskan. Berbagai upaya yang dilakukan oleh para pengawas pantai harus diperbesar sehingga tidak ada lagi balita terdampar di pantai,” pungkasnya.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Jadikan Orangtua Tawanan Palestina ‘Sipir Penjara’ Bagi Anak Mereka Sendiri
Ini Cara Buruh Palestina Lawan Hukuman Kolektif Penjajah »