Sengsaranya Tawanan Wanita Palestina di Penjara Zionis
31 January 2016, 19:38.

Kariman Swidan (14) asal desa Azzun, Tepi Barat, tawanan wanita termuda di penjara Zionis. Foto: Middle East Monitor
LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Pengacara Komite Otoritas Palestina untuk Urusan Tawanan Hanan al-Khatib mengatakan, sekitar 58 tawanan wanita Palestina termasuk tujuh anak-anak ditawan di penjara-penjara Zionis dengan kondisi sangat memprihatinkan. Menurut Khatib, tawanan wanita termuda adalah Kariman Swidan (14) asal desa Azzun, Tepi Barat.
Khatib mengatakan, lima dari para tawanan itu menderita luka-luka saat ditangkap para serdadu Zionis. Ia menjelaskan bahwa penjara Damon yang baru-baru ini dibuka kembali, tidak memiliki perlengkapan elektrik. Belum lagi masalah sangat sesaknya sel yang memiliki 17 tempat tidur dan hanya satu toilet. Menurut Khatib, para tawanan takut terjangkit berbagai penyakit dan sudah ada beberapa kasus infeksi di antara para tawanan.
Jika ada persidangan, para tawanan diangkut dengan mobil-mobil tanpa pemanas. Padahal musim dingin sangat mencekam dan perjalanan memakan waktu berjam-jam. Begitupula saat di gedung pengadilan, para tawanan harus menunggu berjam-jam dalam kondisi kedinginan. Ia menjelaskan, beberapa tawanan melepaskan hak mereka untuk menghadiri sidang demi menghindari “perjalanan yang menyengsarakan”. Khatib memperingatkan bahwa para tawanan itu menderita akibat tekanan psikologis yang berat dan banyak dari mereka membutuhkan bantuan medis.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
