Israel Tahan Koresponden Al Jazeera Di Penjara Ramle
5 July 2009, 22:25.

Gaza (PIC)
Yerusalem yang Diduduki– Aparat pendudukan Israel (IOF) telah menahan koresponden jaringan televisi Qatar Al Jazeera, Othman Al Battiri, serta kamerawan Mansour Al Ibbi bersama dengan awak kapal Semangat Kemanusiaan, di penjara Ramle, tanpa menetapkan tanggal pendeportasian ke negara mereka.
Al Jazeera memberitakan pada hari Sabtu, Battiri memastikan melalui kontak telepon bahwa nasib mereka belum jelas.
Battiri menambahkan bahwa penguasa pendudukan Israel (IOA) melakukan tekanan-tekanan psikologis kepada mereka. Ia mengatakan bahwa IOA memerintahkan mereka menandatangani sebuah dokumen yang menyatakan bahwa mereka dengan ilegal telah memasuki Israel, tetapi mereka semua menolak menandatangani dokumen itu. Battiri menegaskan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah Israel telah menculik dan menahan mereka.
Kejahatan Terhadap Kemanusiaan
Richard Falk, pelapor khusus hak-hak asasi manusia PBB di wilayah Palestina, mengatakan dalam sebuah pernyataan di Jenewa, bahwa penahanan kapal itu adalah ilegal dan menggambarkan tiga tahun blokade Israel atas Jalur Gaza sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Falk menekankan bahwa Siprus telah melakukan inspeksi terhadap kapal itu sebelum keberangakatannya, sebagai respon terhadap permintaan Israel untuk menemukan senjata di dalamnya.
Sejumlah komite rakyat dan internasional bagi pembukaan blokade telah menyerukan untuk menekan Israel agar segera membebaskan semua penumpang dan awak kapal Semangat Kemanusiaan (the Spirit of Humanity) itu.
Sementara di Eropa, Komite Eropa Bagi Penghentian Blokade (the European Committee to Lift the Siege) telah menyerukan semua kelompok pejuang hak-hak asasi manusia dan kelompok-kelompok internasional lainnya untuk menggelar aksi duduk di depan kedutaan-kedutaan Israel di Eropa sebagai solidaritas terhadap para penumpang dan awak kapal yang ditawan Israel itu, serta menuntut Israel agar segera membebaskan mereka. PIC/ ez.
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
