Tolak Antar Paket Milik Warga Palestina, TNT Diboikot

13 April 2016, 21:21.
Foto: AFP/Dokumentasi

Foto: AFP/Dokumentasi

AL-KHALIL, Rabu (Ma’an News Agency): Para relawan menyerukan boikot terhadap perusahaan kurir internasional TNT Express setelah staf perusahaan tersebut menolak mengirimkan paket kepada konsumen warga Palestina. Namun, hal itu dibantah perusahaan tersebut. Penyelenggara kampanye boikot Suhaib Zahdah mengatakan pada Ma’an Senin (11/4) lalu bahwa “isu itu muncul setelah para karyawan TNT menolak mengirimkan paket-paket surat kepada para penerima yang merupakan warga Palestina.”

Para konsumen itu menghubungi perusahaan kurir tersebut –yang kabarnya mengatakan kebijakan perusahaan tidak mengizinkan mereka bekerja dengan warga Palestina– dan malah mereka disarankan menggunakan alamat di Baitul Maqdis atau Nazareth (yang kini diklaim sebagai ‘Israel’), kata Zahdah. Menurut Zahdah, “Ini merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional karena perusahaan melakukan diskriminasi dengan menolak bekerja dengan warga Palestina, sementara tidak demikian halnya dengan pemukim ilegal Yahudi.” Kampanye boikot ini diluncurkan dengan slogan “TNT, mendiskriminasi orang.” Ini merupakan plesetan dari slogan perusahaan tersebut “TNT, menghubungkan orang.”

Perihal tuduhan itu, perusahaan tersebut mengungkapkan pada Ma’an bahwa TNT biasa melakukan pengiriman ke Palestina, termasuk Ramallah, Gaza, Timur Baitul Maqdis, Al-Khalil, dan Tepi Barat. Ketika perusahaan mengatakan bahwa TNT cabang ‘Israel’ melakukan pengiriman ke kota-kota ‘Israel’, termasuk yang ada di Tepi Barat, itu mengacu pada permukiman ilegal Yahudi. Pengiriman kepada warga Palestina di wilayah Palestina terjajah ditangani melalui TNT cabang Yordania dan dikirimkan oleh subkontraktor “untuk pengiriman akhir”.

Menanggapi kampanye boikot tersebut, TNT berdalih: “Kami telah mengirimkan surat elektronik kepada konsumen yang dikecewakan karena TNT ‘Israel’ tidak bisa melakukan pengiriman ke alamat yang ia sebutkan. Faktor keamanan mungkin terkadang membatasi kemampuan kami melayani tempat-tempat tujuan atau alamat tertentu. Inilah yang kami jelaskan kepada salah satu dari konsumen kami hari ini,” seraya menekankan bahwa perusahaan mereka tak memiliki agenda politik.

Gerakan boikot, divestasi dan sanksi (BDS) terhadap ‘Israel’ berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Para relawan meningkatkan sasaran terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam penjajahan ilegal ‘Israel’ atas Timur Baitul Maqdis dan Tepi Barat. Permukiman Yahudi di Timur Baitul Maqdis dan Tepi Barat dianggap ilegal oleh mayoritas komunitas internasional, dan sejumlah perusahaan yang juga beroperasi dari permukiman-permukiman tersebut atau bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang berkedudukan di permukiman ilegal, dianggap sebagai pendukung kebijakan ilegal ‘Israel’.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Mayoritas Yahudi ‘Israel’ Dukung Pembunuhan Warga Palestina
Penjajah Zionis Hancurkan Satu-satunya Tempat Bermain Anak-anak di Za’atara »