Kesaksian Langsung Nelayan Gaza
14 June 2016, 16:33.

Foto: IMEMC
JALUR GAZA, Selasa (IMEMC): Rabu lalu, Rajab Khaled Abu Riela (30), saudara lelaki dan dua sepupunya meninggalkan pelabuhan Gaza pada pukul 12 siang. Mereka meninggalkan rumah untuk menangkap ikan hingga pukul 1.30 pagi. “Ketika kami menuju pelabuhan salah satu kapal perang ‘Israel’ mendekat, para serdadu mulai menghina kami melalui mikrofon dan setelah itu mulai menembaki dua kapal kecil kami dengan amunisi tajam.”
“Kemudian, kapal perang mereka menabrak kami. Pada saat itu, saya memutuskan untuk coba melarikan diri, tapi saya langsung ditembak di bagian kaki dengan amunisi tajam.” Mereka membawa Rajab dan saudara lelakinya ke pelabuhan Ashdod. Penjajah Zionis tidak memberikan Rajab obat atau perawatan apapun terhadap luka yang ia derita akibat tembakan serdadu Zionis. “Saya dibiarkan mengalami pendarahan hingga pukul 9.30 pagi.”
Akhirnya, mereka dikembalikan ke Gaza. Ambulans membawa Rajab langsung ke rumah sakit dari perbatasan Erez dan ia menjalani operasi. Ketika ia akhirnya tiba di rumah sakit Shifa, para dokter berusaha mengeluarkan potongan-potongan paling besar dari peluru, tapi banyak potongan kecil yang masih bersarang di kakinya.

Ibunda Rajab memperlihatkan peluru yang diambil dari kaki Rajab. Foto: IMEMC
“Masa depan kami (para nelayan) tidak pasti; kami tidak tahu apa yang akan terjadi besok. ‘Israel’ menyerang kami setiap hari, mengambil kapal-kapal kami, dan menembaki kami. Sejak 2005 saya mengalami rasa sakit di dada akibat serangan penjajah. Begitupula saudara lelaki saya, terluka ketika menangkap ikan pada 2008. Saya bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga saya, yang berjumlah 21 orang. Kini tak ada yang menafkahi kami, karena saya terluka dan mereka mengambil kapal dan motor saya. Bagaimana bisa sekarang saya bekerja tanpa kapal?” *(IMEMC | Sahabat Al-Aqsha)

Rajab usai operasi. Foto: IMEMC
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
