400.000 Jamaah I’tikaf Padati Masjidil Aqsha
3 July 2016, 14:25.

Foto: MaanImages
BAITUL MAQDIS, Ahad (Ma’an News Agency): Sekitar 400.000 jamaah Jumat (1/7) malam lalu melaksanakan i’tikaf di Masjidil Aqsha, Timur Baitul Maqdis terjajah demi meraih laylatul qadr, malam penuh kemuliaan pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan. Demikian ungkap Direktur Waqaf Islam dan Urusan Masjid al-Aqsha, Syaikh Azzam al-Khatib kepada Ma’an kemarin (2/7). Syaikh al-Khatib mengungkapkan, jamaah yang melaksanakan i’tikaf di Masjid al-Aqsha berjumlah ratusan ribu orang. Mereka tiba di kompleks Masjidil Aqsha dari wilayah Palestina terjajah dan berbagai negara lainnya.
I’tikaf pada malam laylatul qadr –atau “Malam Ketetapan” yang berdasarkan salah satu hadits shahih terjadi pada malam ke-27 Ramadhan– dikatakan lebih baik dari 1.000 bulan dikarenakan berlimpahnya ampunan dan rahmat yang diperlihatkan Allah ketika Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Al-Khatib mengatakan bahwa murabithun bersiaga di seluruh kompleks Masjidil Aqsha demi menjaga ketertiban dan melancarkan jalur masuk dan keluarnya para jamaah di area tersebut, termasuk melarang pengemis atau pedagang berjualan di kompleks Masjidil Aqsha.
Ia menambahkan, ratusan relawan bekerja sama dengan para petugas kebersihan membersihkan kompleks masjid usai i’tikaf. Ratusan ribu porsi makanan dibagikan saat ifthar, dan 200.000 lainnya dibagikan saat sahur.
Menurut al-Khatib, otoritas ‘Israel’ bertanggung jawab atas terus berlangsungnya gejolak politik di kompleks Masjidil Aqsha karena terus menentang status quo, dimana berdasarkan perjanjian lama internasional melarang non-Muslim memasuki tempat suci itu. Realitanya, pasukan Zionis terus menerus mengawal pengunjung Yahudi menerobos ke Masjidil Aqsha karena menentang status quo sehingga memicu ketegangan dengan jamaah Palestina.
Masjidil Aqsha merupakan tempat suci ketiga ummat Islam, yang berlokasi di Timur Baitul Maqdis, bagian yang secara internasional diakui sebagai wilayah Palestina yang dijajah oleh militer ‘Israel’ selama hampir 50 tahun.
Selama bertahun-tahun, non-Muslim dan wisatawan dilarang masuk ke kompleks Masjidil Aqsha saat 10 hari terakhir Ramadhan, namun ekstremis Yahudi mengelilingi tempat suci itu dalam dua kesempatan baru-baru ini sehingga memicu bentrokan dengan pemuda Palestina yang dengan kejam ditindas oleh petugas keamanan Zionis.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
