Kemarin, 50 Truk Bantuan Turki Sampai di Gaza
8 July 2016, 19:47.

Bantuan termasuk bahan-bahan makanan, bahan bakar dan pakaian akan didistribusikan kepada penduduk Gaza yang hidup di bawah blokade ‘Israel’ selama 10 tahun. Foto: MEMO
LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Petugas perbatasan Palestina mengatakan, sekitar 50 truk berisi bantuan kemanusian Turki tiba di Jalur Gaza kemarin (7/7) melalui pelintasan perbatasan ‘Israel’, Kerem Shalom. Mounir Ghalban, yang memantau sisi pelintasan Palestina, mengatakan pada kantor berita Anadolu bahwa truk-truk –yang membawa sekitar 2.000 ton bantuan kemanusiaan– telah memasuki Jalur Gaza Kamis pagi. Menurut Ghalban, bantuan –termasuk bahan-bahan makanan, bahan bakar dan pakaian– akan lebih dulu disimpan di gudang-gudang yang dikelola oleh Kementerian Urusan Sosial Gaza sebelum didistribusikan kepada penduduk yang membutuhkan di Jalur Gaza.
Terminal perbatasan Kerem Shalom –yang menghubungkan Mesir, ‘Israel’ dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas– adalah satu-satunya pelintasan perdagangan yang saat ini berfungsi. Senin lalu, empat truk pertama bantuan kemanusiaan Turki memasuki Jalur Gaza melalui Kerem Shalom. Pengiriman bantuan pertama termasuk mainan anak-anak itu nantinya akan didistribusikan kepada anak-anak yatim piatu Palestina.
Dalam pernyataan sebelumnya kepada Anadolu, Yusuf Ibrahim, Wakil Menteri di Kementerian Urusan Sosial Gaza, mengatakan total 400 truk bermuatan bantuan diperkirakan akan sampai di Gaza dalam beberapa hari mendatang. Pada Ahad lalu, kapal bantuan Turki “Lady Leyla” memasuki dermaga pelabuhan ‘Israel’ Ashdod membawa 11.000 ton bantuan kemanusiaan termasuk makanan, pakaian dan mainan menuju Gaza.
Sejak 2007, Jalur Gaza menderita akibat blokade ‘Israel’ yang didukung Mesir. Blokade membuat 1,9 juta penduduk di kawasan tersebut mengalami kekurangan kebutuhan paling dasar mereka, terutama makanan, bahan bakar, obat-obatan dan bahan-bahan bangunan.
Arus masuk bantuan Turki ke Gaza baru-baru ini terealisasi usai ditandatanganinya perjanjian antara Turki dan ‘Israel’ pekan lalu. Keduanya sepakat memulihkan hubungan diplomatik setelah “putus” selama enam tahun. Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan bahwa Tel Aviv telah menyetujui seluruh prasyarat yang diajukan Ankara untuk menormalisasi hubungan, yang memburuk pada tahun 2010 usai pasukan khusus ‘Israel’ menyerang kapal Turki yang berisi bantuan menuju Gaza.
Serangan tersebut menewaskan sembilan relawan Turki dan mengakibatkan 30 lainnya terluka. Salah seorang korban meninggal dunia akibat luka yang dideritanya empat tahun kemudian. Ketika itu, Turki menuntut ‘Israel’ secara resmi meminta maaf atas serangan tersebut, memberi ganti rugi pada keluarga korban tewas, serta mencabut blokade atas Jalur Gaza.
Berdasarkan syarat-syarat perjanjian normalisasi hubungan pekan lalu, Turki dan ‘Israel’ akan saling menempatkan duta-duta besar dan ‘Israel’ akan membayar kompensasi sebesar $20 juta kepada keluarga-keluarga korban serangan. ‘Israel’ juga menyetujui permintaan Turki untuk memelihara “keberadaan bantuan kemanusiaan” di Jalur Gaza yang terblokade.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
