Penduduk Gaza Mulai Nikmati Bantuan Kemanusiaan Turki
20 July 2016, 20:30.

Kementerian Urusan Sosial Palestina Selasa (19/7) lalu mulai membagikan bantuan kemanusiaan Turki kepada keluarga-keluarga miskin di Jalur Gaza yang terblokade. Foto: Mohammad Asad
LONDON, Rabu (Middle East Monitor): Kementerian Urusan Sosial Palestina Selasa (19/7) lalu mulai membagikan bantuan kemanusiaan Turki kepada keluarga-keluarga miskin di Jalur Gaza yang terblokade. “Bantuan akan disalurkan beberapa tahap karena kami menargetkan keluarga-keluarga miskin, yatim piatu dan kelompok-kelompok yang membutuhkan lainnya,” ungkap Wakil Menteri Youssef Ibrahim saat konferensi pers di Kota Gaza.

Foto: Mohammad Asad
Ia mengatakan, pada tahap pertama 11.000 keluarga miskin akan menerima bantuan itu. Youssef menyatakan, kementeriannya bertanggung jawab menyalurkan tiga perempat bantuan, sementara Bulan Sabit Merah Turki akan mengurus distribusi seperempat sisanya. Resit Bastug, anggota Bulan Sabit Merah Turki, menyatakan Turki bekerja keras demi memberikan bantuan kepada rakyat Palestina. “Kami telah mengirimkan bantuan dengan kapal untuk rakyat di Gaza dan akan mengirimkan lagi yang lainnya,” katanya.
Sejak 2007, Jalur Gaza menderita akibat blokade ‘Israel’ yang didukung Mesir. Pengepungan atas kawasan ini membuat 1,9 juta penduduknya sangat kekurangan kebutuhan-kebutuhan dasar mereka, terutama makanan, bahan bakar, obat-obatan dan bahan-bahan bangunan.
Pada 3 Juli lalu, kapal bantuan Turki “Lady Leyla” masuk ke dermaga di pelabuhan ‘Israel’ Ashdod membawa 11.000 ton bantuan kemanusiaan –termasuk makanan, pakaian dan mainan anak-anak– menuju Gaza. Bantuan Turki ke Gaza terealisasi usai ditandatanganinya perjanjian antara Turki dan ‘Israel’. Keduanya sepakat memulihkan hubungan diplomatik setelah “putus” selama enam tahun.
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan Tel Aviv telah menyetujui seluruh prasyarat yang diajukan Ankara untuk menormalisasi hubungan, yang memburuk pada tahun 2010 usai pasukan khusus ‘Israel’ menyerang kapal Turki yang berisi bantuan menuju Gaza. Serangan tersebut menewaskan sembilan relawan Turki dan mengakibatkan 30 lainnya terluka. Salah seorang korban meninggal dunia akibat luka yang dideritanya empat tahun kemudian. Ketika itu, Turki menuntut ‘Israel’ secara resmi meminta maaf atas serangan tersebut, memberi ganti rugi pada keluarga korban tewas, serta mencabut blokade atas Jalur Gaza.
Berdasarkan syarat-syarat perjanjian normalisasi hubungan itu, Turki dan ‘Israel’ akan saling menempatkan duta-duta besar dan ‘Israel’ akan membayar kompensasi sebesar $20 juta kepada keluarga-keluarga korban serangan. ‘Israel’ juga menyetujui permintaan Turki untuk memelihara “keberadaan bantuan kemanusiaan” di Jalur Gaza yang terblokade.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Mohammad Asad

Foto: Mohammad Asad

Foto: Mohammad Asad
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
