Hamas Kecam Otoritas Palestina Jadikan Perempuan Sebagai Sandera

7 July 2009, 11:49.

Gaza (PIC)

Gaza (PIC)

Gaza—Gerakan Hamas hari Senin mengecam keras aparat keamanan Otoritas Palestina (di bawah Mahmoud Abbas) di Tepi Barat, yang menangkap isteri tawanan Omar Al Hambali, sehari sebelum pembebasannya dari penjara Israel untuk menekan Hambali agar segera menyerahkan diri kembali setelah pembebasannya. Hamas menandaskan, bahwa tindakan ini di luar nilai dan etika masyarakat Palestina.

Hamas menggambarkan tindakan menjadikan perempuan sebagai sandera hingga keluarga mereka menyerahkan dirinya kepada aparat keamanan, sebagai kejahatan dan kebejatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam masyarakat Palestina.

Hamas menekankan bahwa tindakan seperti itu kian menegaskan peran pengkhianatan para aparat keamanan ini dan memperkuat keyakinan mendesaknya kebutuhan untuk menghentikan kejahatan-kejahatan Otoritas Palestina di Tepi Barat.

Website Omamah memberitakan bahwa aparat keamanan Otoritas Palestina di Nablus menangkap Alaa Jarrar, isteri Omar Al Hambali yang dibebaskan dari penahanan administratif Israel hari Senin. Dikatakan kepada isteri Hambali bahwa ia akan tetap ditahan sampai suaminya menyerahkan dirinya sendiri kembali, setelah pembebasannya.

Sementara itu, anggota parlemen Palestina Musyir Al Masri, yang juga sekretaris jenderal fraksi Hamas dalam parlemen, menyatakan menyesalkan kembalinya aparat keamanan Otoritas Palestina di Tepi Barat untuk mebuat serangkaian target baru di Gaza melalui rekrutasi jaringan-jaringan mata-mata baru untuk memberikan laporan lapangan tentang situasi keamanan di Gaza, sebelum mengirimnya ke Israel melalui Otoritas Palestina di Ramallah.

Masri menegaskan bahwa Israel dan Otoritas Palestina memulai lagi “pekerjaan” ini, sesudah aparat keamanan Otoritas Palestina di Gaza membongkar banyak jaringan mata-mata yang mengirim informasi mengenai target-target di Gaza selama serangan Israel ke sana.

Sesudah kegagalan semua opsinya, Fatah lalu mengambil jalan militer, dan pilihan itu bergantung pada Zionis, karena Fatah sudah merasa tidak sanggup menghadapi Hamas,” urai Masri. PIC/ez

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pesawat Bantuan Bagi Gaza Dari Akar Rumput Rakyat AS Mendarat Di Mesir
Komisi Pencari Fakta PBB Gelar Sesi Dengar Di Jenewa »