Khutbah ‘Idul Adha: Pertanyaan Abadi tentang Ibrahim

11 September 2016, 08:19.

21be23a23dd6c9ba35d0a91c13369ecf

Khutbah ‘Idul Adha di Kampus Utama Hidayatullah Depok, Kalimulya, Cilodong, Jawa Barat, 10 Dzulhijjah 1437

oleh Dzikrullah W. Pramudya

Santri Pesantren Hidayatullah, Relawan Sahabat Al-Aqsha

takbir

Di Depok, di Jakarta, di Kuala Lumpur, di Bangkok, di Makkah, di Madinah, di Baitul Maqdis, di Damascus, di Istanbul, di Paris, di London, di Berlin, di Moscow, di Copenhagen, di Washington, DC, di Beijing, di Siberia maupun di Wellington semua ‘Idul Adha sama.

Di Setiap kali kita melewati ‘Idul Adha, maka setiap laki-laki Muslim didesak untuk berdiri di depan cermin dan bertanya: “Masih berapa jauhkah jarak antara sifat-sifatku dengan sifat-sifat Nabi Ibrahim?”

“Dan masih berapa banyak problem yang mencengkeram kita, yang menghalangi kita, serta mengganggu kita dari ber-uswah kepada Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam (Semoga Allah limpahkan keselamatan atas beliau) dan keluarganya?”

Pertanyaan ini menjadi abadi karena Allah telah menetapkan kedudukan Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam bagi seluruh manusia sampai Hari Kiamat.

mumtahanah4

Sesungguhnya telah ada teladan yang baik (uswatun hasanah) bagimu pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.” (Al-Quran surah Al-Mumtahanah: 4)

Bukan hanya bagi setiap laki-laki Muslim…

Pertanyaan yang sama juga harus dijawab oleh setiap anak dan remaja Muslim: “Masih berapa jauhkah jarak antara sifat-sifat kita dengan sifat-sifat Nabi Ismail ‘Alayhissalaam? Masih berapa banyak kah problem yang mencengkeram anak-anak dan remaja kita, yang menghalangi, dan yang mengganggu anak-anak dan remaja kita dari beruswah kepada seorang anak bernama Nabi Ismail ‘Alayhissalaam?

Pertanyaan yang sama juga harus dijawab oleh setiap perempuan Muslimah: “Masih berapa jauhkah jarak antara sifat-sifat kita dengan sifat-sifat Hajar ‘Alayhassalaam? Masih berapa banyak kah problem yang mencengkeram para perempuan Muslimah kita, yang menghalangi, dan yang mengganggu para perempuan Muslimah kita dari beruswah kepada Hajar ‘Alayhassalam?”

Langkah-langkah Harus

Untuk menjadikan Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam dan keluarganya sebagai Uswah Hasanah, inilah langkah-langkah yang harus kita laksanakan:

Pertama, menyingkirkan semua tokoh lain dari ruang kekaguman di akal dan hati kita. Bahkan lebih dari itu, merendahkan semua kedudukan mereka di hadapan Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam. Tanpa setelan akal dan hati yang seperti ini, kita tidak akan merasakan kritisnya keharusan mencontoh Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Hajar ‘Alayhimussalaam

Kedua, Menjadikannya bahan pembicaraan utama

Ketiga, Menjadikannya bahan belajar yang serius

Keempat, Menjadikannya rujukan check-list untuk mengendalikan pertumbuhan kepribadian kita dan keluarga kita

Kelima, Menjadikannya rujukan metode berpikir dan metode mengambil keputusan

Keenam, Menjadikannya metode mencapai tujuan-tujuan hidup kita

Ketujuh, Mengokohkan kedudukan Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam di akal dan hati kita sebagai laki-laki yang kita yakini keberadaannya; kita imani kebenaran Wahyu yang dibawanya; kita percayai semua kata-kata, sikap dan tindakannya; kita seriusi langkah-langkah mengubah diri kita untuk mencontohnya

Sifat-sifat Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam

Dalam hal yang paling mendasar bagi kehidupan seorang manusia dan seluruh umat manusia, yaitu urusan penghambaannya kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala melalui Tauhidullah (Allah sebagai satu-satunya yang pantas disembah dengan benar, karena Dialah satu-satunya, Pencipta, Pemelihara, dan Penguasa seluruh alam semesta yang manusia hidup di dalamnya), inilah sifat-sifat Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam:

Pemahaman total

Penghambaan total

Keyakinan total

Ketaatan total

Husnuzh Zhon (persangkaan baik) total

Mujahadah (usaha keras) total

Tawakkal (kepasrahan dan ketergantungan) total

Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam memahami dengan total seluruh spektrum kekuasaan Allah yang tak berbatas.

Sehingga Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam menghambakan dirinya secara total kepada Allah. Sehingga Allah jadikan beliau Tuan untuk semua manusia yang menolak menghambakan diri kepada Allah. Tiada satu penguasa, rezim, atau entitas kekuasaan apapun yang dibiarkannya mempengaruhi penghambaan totalnya kepada Allah.

Sebaliknya, Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam menyeru seluruh manusia terutama para penguasa, rezim dan entitas kekuasaan untuk tunduk tawadhu di hadapan kekuasan dan tuntunan Allah.

Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam yakin pada kebenaran perintah Allah. Maka tiada sedikitpun keraguan dan kegoyahan hati, menerima dan melaksanakan semua perintah dan tuntunan Allah. Ketaatannya tak berbelah bagi kepada siapapun selain Allah.

Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam bersangka baik secara total, bahwa apapun yang menimpa dirinya adalah ketetapan Allah yang pasti baik bagi dirinya dan keluarganya dengan tingkat kebaikan yang sempurna.

Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam bermujahadah, berjuang keras melaksanakan berbagai ketaatan kepada Allah, mengerahkan semua yang dimilikinya, tenaga, waktu, harta, dan jiwanya.

Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam bertawakkal kepada apapun yang menjadi ketetapan Allah, tanpa sedikitpun menyisakan keraguan.

Begitulah juga kita dituntun oleh Allah mengikuti uswah Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam.

kaaba-magnet-circles

Kerusakan-kerusakan Apa yang Akan Terjadi..? 

..apabila kita tidak kunjung serius mengambil sifat-sifat Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam sebagai Uswah Hasanah? Dan pada saat yang sama kita terus-menerus mengagumi, mengambil, menyimak dengan serius, memuliakan, mengikuti uswah yang diberikan oleh tokoh-tokoh yang tidak diwajibkan oleh Allah untuk kita ikuti?

Kerusakan-kerusakan itu diisyaratkan oleh Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam dalam doanya di ayat kelima surat Al-Mumtahanah di atas tadi…

mumtahanah5

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. “

Pertama: Kita akan selalu menjadi sasaran fitnah orang-orang kafir

Kedua: Kita tidak mendapat ampunan dari Allah

Dunia yang Anti-Ibrahim ‘Alayhissalaam

Secara umum, dunia yang sedang kita tempati hidup bersama sekitar 7 miliar manusia hari ini, adalah dunia yang Anti-Ibrahim ‘Alayhissalaam. Dunia yang pandangannya terhadap ajaran Tauhidullah Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam mengalami ketiadaan tujuh hal berikut ini:

Satu: Tiada Pemahaman total, yang ada Kebodohan total

Dua: Tiada Penghambaan total, yang ada Kesombongan total

Tiga: Tiada Keyakinan total, yang ada Keingkaran total

Empat: Tiada Ketaatan total, yang ada Kedurhakaan total

Lima: Tiada Husnuzh zhon total, yang ada Su’uzh Zhon total

Enam: Tiada Mujahadah total, yang ada Kemalasan total

Tujuh: Tiada Tawakkal total, yang ada Ketergantungan total kepada selain Allah

Lantas, bagaimana dengan kita yang serba belum total? Sudah ada dalam diri kita unsur-unsur pemahaman, penghambaan, keyakinan, ketaatan, husnuzh zhon, mujahadah, dan tawakkal kita kepada Tauhidullah. Tapi belum total. Masih setengah-setengah.

Maka kita mohon kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, supaya sisa umur yang Allah jatahkan ini, isinya perjalanan kita menuju totalitas Tauhidullah. Diri kita, keluarga kita, tetangga-tetangga kita, bangsa kita, umat kita. Jangan sampai kita dan mereka semua ini justru menjauh dari Tauhidullah, lalu akhir hayat kita berujung tragis berupa kemunafiqan atau kekafiran.

Allah mengingatkan kita akan bahaya ini:

haj11

“Dan di antara manusia ada yang menghamba kepada Allah hanya di pinggiran; maka jika dia memperoleh kebaikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu ujian, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.” (Al-Quran surah Al-Hajj: 11)

Gerakan Pro-Ibrahim ‘Alayhissalam

Tidak ada gerakan yang dilakukan oleh manusia, dalam rangka ber-uswah kepada Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam , yang lebih baik dan lebih sempurna kecuali gerakan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alayhi wa Sallam dan para Sahabatnya Radhiyallahu ‘anhum.

Pertama, karena Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alayhi wa Sallam adalah satu-satunya nama yang disebut Allah, selain Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam, sebagai Uswah Hasanah untuk seluruh manusia.

Kedua, karena Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alayhi wa Sallam adalah Utusan Allah dan Nabi terakhir yang menyempurnakan seluruh tuntunan Allah yang dibawa para Rasul dan Nabi sebelumnya.

fath

“Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu meihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat, adapun sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil adalah seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Quran surah Al-Fath: 29)

galaxy-pictures-15

Penutup

Jangan berdiam diri. Ikutilah dengan serius Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam dengan menggabungkan diri kita dengan para ulama, para da’i dan gerakan yang secara serius mengikuti Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alayhi wa sallam yang sifat-sifatnya dirici oleh ayat yang barusan kita baca:

Tegas, keras terhadap orang-orang kafir dan kekafirannya

Saling berkasih sayang sesamanya

Ruku’ dan sujud hanya kepada Allah untuk mengharapkan karunia dan ridhanya (yakni taat kepada syariat Allah)

Pada wajah mereka tampak bekas-bekas sujud karena istiqamahnya taat kepada Allah

Keimanan dan amal shalihnya seperti benih yang selalu tumbuh menjadi tunas, dan terus tumbuh menjadi besar dan kuat

Keimanan dan amal shalihnya menyenangkan hati orang-orang beriman

Sekaligus karena kehendak Allah menjengkelkan hati orang-orang kafir

Mendapat jaminan ampunan

Mendapat jaminan Syurga

Selamat berhaji semoga Mabrur. Selamat berqurban semoga Maqbul.

Semoga Allah perbaiki diri kita, keluarga kita dan seluruh bangsa Indonesia menjadi bangsa yang ber-uswah kepada Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam dan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alayhi wa Sallam.*

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Fokus - Pilihan Redaksi

« Berdoa Pada Hari Arafah
Penjajah Zionis Mulai Bangun Tembok Bawah Tanah di Sepanjang Perbatasan Gaza »