Para Ahli Bersatu Bangun Proyek Desalinasi di Gaza

29 October 2016, 17:15.
Foto: PIC

Foto: PIC

GAZA, Sabtu (PIC): Puluhan insinyur, teknisi dan para pekerja Palestina sibuk membangun proyek desalinasi (proses menghilangkan kadar garam berlebih dalam air sehingga air dapat dikonsumsi-red) air laut pertama di Gaza. Proyek tersebut diharapkan bisa menyelesaikan sebagian krisis air yang kian memburuk di Jalur Gaza. Pembangkit desalinasi itu sekitar 500 meter dari pesisir pantai Deir al-Balah, di pusat Jalur Gaza, dan menjangkau area seluas lima hektar. Ada rencana untuk membuat pembangkit desalinasi air utama di Gaza di atas lahan seluas 80 hektar.

Zidan Abu Zuhri, pengawas proyek tersebut, mengatakan bahwa pentingnya proyek ini muncul sebagai studi khusus menunjukkan bahwa sumber-sumber air di Jalur Gaza telah secara dramatis rusak. Dengan demikian, harus dicarikan sumber-sumber air alternatif agar Gaza menjadi tempat yang layak huni. Seperti diketahui, PBB telah menyimpulkan dalam laporan terbarunya bahwa 97% air di Jalur Gaza tidak layak untuk diminum atau digunakan untuk keperluan domestik.

Proyek ini akan dapat menyediakan air bagi hampir 75.000 orang di selatan Gaza setelah melalui tiga tahap. Menurut Abu Zuhri, tahap pertama adalah menghilangkan kotoran dan menyingkirkan zat padat menggunakan lapisan-lapisan pasir halus, kerikil kasar dan karbon, serta memurnikan air. Kemudian air dipompa ke dalam alat lainnya untuk menghilangkan kotoran-kotoran lebih kecil dan menyingkirkan zat padat. Pada tahap ke tiga, air desalinasi diberikan kepada masyarakat melalui pipa sepanjang 18 kilometer.

Rata-rata konsumsi minum dan sumur air lahan pertanian tahunan di Jalur Gaza diperkirakan sekitar 200 juta meter kubik (cmc). Dan diperkirakan mencapai 260 juta meter kubik pada tahun 2020.

Para pengawas mengatakan, pembangkit itu akan dikembangkan melalui tiga tahap. Tahap pertama, yang merupakan tahap saat ini, memproduksi 6000 meter kubik air jernih per hari. Tahap ke dua akan mencapai 14.000 meter kubik; dan pendanaan tahap ke dua telah dipastikan. Tahap ke tiga akan menghasilkan 20.000 meter kubik per hari.

Abu Zuhri mengatakan, “Desalinasi air dicampur dengan air sumur kota untuk mencapai standar kualitas air internasional.” Namun, menurut dia, kendala utama yang menunda dimulainya proyek tersebut adalah sulitnya mengimpor mesin-mesin yang dibutuhkan. Karena, penjajah Zionis menganggap sebagian mesin itu berfungsi ganda dan butuh waktu lama hingga mesin-mesin itu diperbolehkan masuk Gaza.

Rebhy el-Sheikh, wakil ketua Otoritas Air Palestina, menyatakan bahwa tahap pertama proyek untuk memproduksi 6000 meter kubik air desalinasi per hari bagi 75.000 warga Palestina di Rafah dan kota-kota Khan Younis menelan biaya 10 juta euro. Ia menegaskan bahwa proyek penting dan strategis terbesar di Jalur Gaza itu diharapkan akan mulai memompa air dalam waktu sebulan.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Relawan BDS Ajak Chef Dunia ‘Singkirkan Apartheid’
Pengadilan ‘Israel’ Bebaskan Penjaga Keamanan Zionis yang Bunuh Dua Warga Palestina »