Setelah Donald Trump Dilantik, ‘Israel’ Akan Bangun 30.000 Unit Permukiman Ilegal Baru

20 November 2016, 17:49.
Foto: PIC

Foto: PIC

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Ahad (PIC): Surat kabar ‘Israel’ Kol Ha’ir mengungkap bahwa otoritas ‘Israel’ berencana membangun lebih dari 30.000 unit perumahan di timur Baitul Maqdis setelah presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilantik pada Januari 2017. Berdasarkan rencana terbaru ‘Israel’ itu, sekitar 15.000 unit perumahan baru akan dibangun sebagai ganti bandara Baitul Maqdis-Qalandiya, ribuan lainnya akan dibangun di kawasan industri Qalandiya (Atarot), serta ratusan lainnya di permukiman ilegal Yahudi Ramot dan Gilo.

Meir Turgeman, wakil kepala otoritas kota ‘Israel’ di Baitul Maqdis terjajah, mengungkapkan pada Kol Ha’ir bahwa rencana permukiman ilegal Yahudi tersebut telah dibekukan selama dua tahun terakhir karena tekanan masyarakat internasional. Namun kini, kata Turgeman, ia telah mengajukan rencana pembangunan untuk disetujui pejabat ‘Israel’ yang berwenang.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Lawan Larangan Adzan: Warga Baitul Maqdis Kumandangkan Adzan dari Atap Rumah Mereka
Sejak Intifadhah Al-Quds, Penjajah Makin Sering Tangkapi Anak-anak di Tepi Barat dan Baitul Maqdis »