Sejak Intifadhah Al-Quds, Penjajah Zionis Tangkap 10.000 Warga Palestina
29 December 2016, 21:00.

Foto: PIC
RAMALLAH, Kamis (PIC): Komite Urusan Tawanan dan Eks Tawanan Palestina mencatat, penangkapan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis terhadap rakyat Palestina sejak Oktober 2015 hingga akhir tahun 2016 mencapai 9.920 orang.
Divisi studi dan dokumentasi yang berada di bawah komite tersebut dalam keterangannya kemarin (28/12) mengungkapkan , penangkapan atas anak-anak Palestina (usia 11-18 tahun) mencapai 2.884, yakni sekitar 26% dari keseluruhan kasus penangkapan. Selama periode yang sama (Oktober 2015-Desember 2016) tercatat sebanyak 262 kasus penangkapan terhadap perempuan Palestina.
Secara geografis, sekitar 6.297 kasus penangkapan terjadi di Tepi Barat (63% dari jumlah keseluruhan), 3.192 kasus di kota Baitul Maqdis (32.2% dari jumlah keseluruhan), 250 kasus penangkapan di Jalur Gaza (2.5%), dan 181 kasus penangkapan terjadi di wilayah terjajah 1948 (1.8%).
Abdul Naser Farwanah dari HAM Palestina menekankan, siapapun yang ditangkap pasti pernah merasakan penyiksaan fisik dan psikologis, atau perlakuan kasar dan merendahkan harga diri. Farwanah menambahkan, penjajah semakin meningkatkan penangkapan “yang belum pernah dilakukan sebelumnya” sejak pecah Intifadhah Al-Quds pada Oktober 2015. Seluruh lapisan masyarakat Palestina menjadi target penangkapan.
Penangkapan yang dilakukan Zionis diiringi dengan pelanggaran dan kejahatan, serta meninggalkan dampak negatif bagi individu maupun masyarakat. Namun, kata Farwanah, hal itu tidak dapat menghentikan intifadhah atau menyurutkan semangat rakyat Palestina dalam melanjutkan perlawanan mereka.
Farwanah menyerukan agar persoalan penangkapan dan konsekuensinya ini dipandang sebagai hal yang serius, karena berdampak negatif bagi individu, keluarga dan masyarakat Palestina.
Berdasarkan laporan resmi lembaga HAM Palestina dan lembaga-lembaga kemanusiaan yang fokus pada urusan tawanan Palestina di penjara penjajah, jumlah tawanan di penjara penjajah sekitar 7.000 tahanan, 64 wanita, 13 perempuan di bawah umur dan 700 tawanan administratif. Sementara jumlah tawanan anak-anak di penjara Meggido dan Ofer mencapai 400 anak.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha/Dul)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
