Tahun Lalu, Penyerbuan Warga ‘Israel’ ke Masjidil Aqsha Meningkat 250 Persen

17 January 2017, 14:11.
Foto: MEMO (Dokumentasi)

Foto: MEMO (Dokumentasi)

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Statistik ‘Israel’ pada Ahad (15/1) lalu mengungkap bahwa tahun 2016 menjadi saksi penyerbuan ‘Israel’ ke Masjidil Aqsha paling banyak sejak Timur Baitul Maqdis dijajah 50 tahun lalu. Demikian pemberitaan kantor berita Safa. Aksi penyerbuan-penyerbuan itu meningkat setidaknya 250 persen selama tujuh tahun terakhir; sekitar 5.658 warga ‘Israel’ dikabarkan telah menyerbu Masjidil Aqsha pada 2009, sementara angka tahun lalu mencapai lebih dari 14.000.

Organisasi-organisasi sayap kanan ekstrem ‘Israel’ mengklaim bahwa alasan-alasan peningkatan itu meliputi pengaturan lebih baik dan situasi yang “lebih tenang” dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu karena kelompok-kelompok Palestina yang berupaya melindungi Masjidil Aqsha telah “didelegitimasi” oleh penjajah Zionis, termasuk Sekolah Syariah di dalam Masjidil Aqsha dan Gerakan Islam di wilayah Palestina terjajah.

Statistik tersebut tidak meliputi penyerbuan-penyerbuan oleh pelajar-pelajar Yahudi dan dinas keamanan ‘Israel’, baik yang berpakaian biasa maupun berseragam militer. Pun, jelas Safa, ada perbedaan besar antara statistik yang dinyatakan oleh ‘Israel’ dan yang dikumpulkan oleh sumber-sumber Palestina. Quds Press contohnya, memberitakan bahwa jumlah warga ‘Israel’ yang menyerbu Masjidil Aqsha pada 2016 sekitar 17.602, ini meningkat 310 persen dibandingkan tahun 2009.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tekan Murabithah, Penjajah Zionis Kembali Perpanjang Larangan Bepergiannya
Hari Ini Syaikh Raed Salah Bebas »