Kemarin, Remaja Palestina yang Dieksekusi Serdadu Zionis Dimakamkan

18 January 2017, 11:00.
Foto: PIC

Foto: PIC

BEIT LAHM, Rabu (PIC): Kerumunan massa di kota Taqu’a, sebelah timur provinsi Beit Lahm kemarin siang (17/1) mengiringi jenazah Qusay Hassan Amour (17), remaja Palestina yang ditembak gerombolan serdadu Zionis, Senin (16/1) lalu.

Wartawan PIC memberitakan, iring-iringan jenazah yang berjumlah puluhan kendaraan itu bertolak dari rumah sakit pemerintah Beit Jalla di kota Beit Lahm menuju tempat kelahiran Qusay sebagai bentuk perpisahan sebelum dishalatkan di halaman Masjid Agung di kota itu. Setelah itu, jenazah dibawa ke pemakaman setempat untuk dikuburkan.

Ribuan warga dari kota Taqu’a dan Beit Lahm mengikuti iring-iringan ini. Dalam perjalanan mereka mengangkat bendera Palestina dan spanduk faksi-faksi. Pekikan takbir mengiringi langkah mereka dan teriakan pujian kepada Qusay dikumandangkan. “Biarkan darah Syahid mengalir… Ribuan selamat kepada ibu kandungnya… Baitul Maqdis mengirimkan jutaan syuhada.”

Bertindak sebagai imam dalam shalat jenazah adalah Syaikh Khalid Thafiz, wakil dewan legislatif di provinsi Beit Lahm. Usai shalat jenazah, ia memberikan ceramah yang berisi seruan untuk konsisten dalam jalur perlawanan, menghentikan segala bentuk koordinasi keamanan dengan penjajah, serta menyerukan persatuan nasional.

Senin (16/1) lalu, serdadu Zionis dengan sengaja menembak Qusay Hassan Amour saat terjadi bentrokan sengit di kota itu. Empat peluru mendarat tepat di dadanya. Tubuhnya diseret dan ditahan, lalu diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Palestina. Penembakan keji ini berhasil didokumentasikan. Terlihat betapa kejamnya perlakuan serdadu Zionis sesudah menembak Qusay. Tak hanya itu, serdadu juga menembaki warga yang berupaya menolong Qusay.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha/Dul)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hari Ini Syaikh Raed Salah Bebas
Syaikh Raed Salah Tolak Negosiasi dengan Penjajah, Terutama Soal Urusan Baitul Maqdis »