Dokter Qatar Lakukan Implan Koklea untuk Anak-anak Tunarungu di Gaza

15 February 2017, 14:41.
Delegasi Qatar di Gaza akan meluncurkan sejumlah proyek. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

Delegasi Qatar di Gaza akan meluncurkan sejumlah proyek. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

LONDON, Rabu (Middle East Monitor): Dokter-dokter Qatar melakukan 18 implan koklea untuk anak-anak tunarungu Palestina di Jalur Gaza selama seminggu terakhir. Demikian pemberitaan Anadolu Senin (13/2) lalu. Implan koklea adalah perangkat elektronik yang memintas bagian yang rusak pada telinga bagian dalam sehingga orang yang mengalami gangguan pendengaran bisa mendengar dengan kemampuan terbaik.

Menurut Dr Khalid Abdul Hadi, Kepala Departemen Pendengaran dan Keseimbangan di Hamad Medical City di Qatar, empat operasi lagi akan dilakukan beberapa hari mendatang. “Kami melakukan empat implan setiap hari,” ungkapnya dalam konferensi pers. “Kami juga memerhatikan sebuah program untuk melatih dokter-dokter Palestina melakukan operasi ini.”

Koleganya, Dr Abdul Salam Al-Qahtani, menyatakan bahwa Hamad Medical City berencana menawarkan peluang pelatihan bagi dokter-dokter Palestina di Gaza untuk operasi-operasi seperti itu di masa depan. Ia mencatat bahwa dokter-dokter Palestina, yang mengikuti operasi tersebut dari dekat, akan berkualifikasi melakukan operasi tersebut nantinya.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, ini merupakan kali pertama operasi implan koklea dilakukan di Gaza. Operasi tersebut berlangsung di dua kamar bedah dengan peralatan lengkap di RS Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza.

Tercatat lebih dari 2.400 orang dewasa di Jalur Gaza membutuhkan implan koklea dan terdapat 1.252 anak yang menanti untuk dioperasi.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Mufti Baitul Maqdis Kecam ‘Israel’ atas Larangan Adzan
Penjajah Zionis Tangkapi Warga di Tepi Barat dan Sita Belasan Mobil »