Mufti Baitul Maqdis Kecam ‘Israel’ atas Larangan Adzan

14 February 2017, 19:23.
Rakyat Gaza memprotes RUU larangan adzan yang baru di Baitul Maqdis. Foto: Apaimages

Rakyat Gaza memprotes RUU larangan adzan yang baru di Baitul Maqdis. Foto: Apaimages

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Pemerintah Palestina dan Mufti Baitul Maqdis kemarin (13/2) mengecam meningkatnya pelanggaran-pelanggaran ‘Israel’ terhadap tempat-tempat suci ummat Islam, yang terbaru adalah pelarangan terhadap adzan. Dalam keterangan pers yang dirilis kemarin, Mufti Syaikh Muhammad Husain mengatakan perundang-undangan untuk membungkam adzan memang bukan hal baru, tapi penjajah Zionis jelas meningkatkan upaya-upaya untuk membagi Masjidil Aqsha, serta memisahkan ruang antara Muslim dan para pemukim ilegal Yahudi.

Ahad (12/2) lalu Komite Kementerian Perundang-undangan ‘Israel’ menyetujui RUU larangan adzan yang baru. RUU kontroversial itu menyatakan larangan adzan merupakan upaya untuk mencegah kebisingan.

Menurut Husain, RUU tersebut melanggar kebebasan beribadah dan merupakan upaya untuk memusnahkan identitas Arab. Persetujuan oleh komite kementerian berarti RUU tersebut akan diberikan kepada parlemen untuk pembahasan awal, dikembalikan kepada komite dan kemudian disahkan menjadi UU.

Dalam pernyataan yang dirilis Ahad (12/2) lalu, juru bicara pemerintah Palestina, Youssef Mahmoud, menyatakan RUU tersebut “tidak adil dan berbahaya”. Ia juga menambahkan bahwa RUU tersebut “merampas hak para penganut agama Allah untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban agama mereka”.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kecam Permukiman Ilegal, Jerman Batalkan Pertemuan dengan ‘Israel’
Dokter Qatar Lakukan Implan Koklea untuk Anak-anak Tunarungu di Gaza »