Raih Kesepakatan, Tawanan Palestina di Penjara ‘Israel’ Akhiri Mogok Makan
28 May 2017, 14:49.

Demonstran Palestina di Tepi Barat melakukan aksi solidaritas terhadap tawanan Palestina yang mogok makan di penjara-penjara ‘Israel’ pada 23 April 2017. Foto: Ayman Ameen/ApaImages
LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Ratusan tawanan Palestina mengakhiri aksi mogok makan yang telah berlangsung selama 40 hari, kemarin (27/5). Sekitar 1.100 tawanan ikut serta dalam salah satu aksi mogok makan terbesar yang dimulai pada 17 April lalu. Aksi tersebut tak pelak meningkatkan ketegangan antara ‘Israel’ dan Palestina, karena aksi protes mendukung para tawanan yang mogok makan seringkali berakhir dengan bentrokan di Tepi Barat dan sepanjang perbatasan ‘Israel’-Gaza.
Dinas Penjara ‘Israel’ (IPS) mengungkapkan, lebih dari 800 tawanan –yang konsisten melakukan aksi mogok makan hingga kemarin– mengakhiri aksi tersebut setelah terjadi pembicaraan dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan Otoritas Palestina. Rabu (24/5) lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra’ad Al-Hussein mendesak ‘Israel’ agar memperbarui syarat-syarat yang diajukan para tawanan Palestina.
Dinas Penjara maupun Otoritas Palestina sama sekali tidak mengungkapkan rincian lengkap kesepakatan tersebut. Namun, Dinas Penjara menyatakan bahwa kunjungan keluarga dua kali tiap bulan akan dikembalikan lagi setelah dulu sempat dihentikan.
Qadoura Fares, Ketua Lembaga Tawanan Palestina –yang bekerja atas nama para tawanan– mengatakan, beberapa poin kesepakatan akan dibahas lebih lanjut. “Masalah-masalah yang sudah disepakati adalah meningkatkan kunjungan keluarga dan kondisi penjara,” kata Fares kepada Reuters.
Aksi mogok makan yang diserukan oleh Marwan Barghouti dimaksudkan untuk memprotes perlakuan sewenang-wenang penjajah Zionis, seperti sel isolasi, penahanan administratif, pembatasan kunjungan keluarga, pengabaian medis, penyiksaan dan sebagainya yang telah diterapkan kepada ribuan tawanan Palestina sejak tahun 1980-an. Barghouti, yang merupakan pemimpin di gerakan Fatah, didakwa atas pembunuhan terhadap warga ‘Israel’ saat Intifadhah Kedua dan mendekam di penjara sejak 2004.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
